Kamis, 11 Juli 2019

Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 12 Juli 2019

Bacaan: 1 Raja-raja 19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

Renungan:
  Pembantaian terhadap nabi-nabi Baal oleh Elia membuat amarah Izebel naik sampai ke ubun-ubun. Izebel mengancam untuk membunuh Elia dan tiba-tiba saja Elia merasa takut pada ancaman itu. Elia mungkin mengalami bipolar disorder, yaitu suatu keadaan di mana suasana hatinya mudah berubah secara drastis. Baru saja ia mengalami perasaan senang karena menang atas nabi-nabi Baal, tetapi kemudian dia langsung terjerembab ke lembah ketakutan yang berkembang sampai ke tingkat depresi. Rasa lelah dan tekanan jiwa yang semakin berat membuat Elia semakin putus asa, sampai-sampai ia ingin mati.
  Saat Elia sudah putus asa, Allah mengirim seorang malaikat untuk menemuinya dan memberi makan. Setelah dua kali makan, Elia diperintahkan untuk pergi ke Gunung Horeb. Di gunung inilah Elia menemukan perlindungan dan tuntunan dari Allah. Di gunung inilah akhirnya Elia dipulihkan dan siap melakukan tugas-tugas selanjutnya. Mencari wajah Allah merupakan tindakan yang paling tepat ketika tekanan hidup menghimpit jiwa.
  Ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari masa depresi yang dialami oleh Elia. Pertama, makanan yang disediakan oleh Malaikat ketika Elia berada di padang gurun, meneguhkan bahwa Allah senantiasa memenuhi kebutuhan anak-anakNya. Allah peduli terutama saat hati kita berbeban berat atau kecewa. Kedua, kehadiran Allah saat angin sepoi-sepoi basah berhembus yang dibarengi oleh pertanyaan koreksi yang lembut, mengajarkan bahwa Allah mengoreksi kita karena Dia mengasihi kita. Ketiga, di masa depresi itu Allah justru mengutus Elia untuk mengurapi Yehu dan Elisa. Pada tahap ini Dia mengajar kita bahwa jalan keluar dari tekanan yang berat adalah dengan terus melakukan tugas kita. Saat kita memandang ke luar dari diri kita, saat itulah kita keluar dari perangkap mengasihani diri sendiri yang sebenarnya menjadi sumber depresi. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, terima kasih karena Engkau senantiasa mendampingi aku untuk melewati hari-hariku yang berat. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar