Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 26 Juli 2019
Bacaan: Hak 11:11
"Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa."
Renungan:
Pada tanggal 14 Agustus 2010, Dr. Yulius Takeda Xu menuliskan sebuah kenyataan pahit tentang hewan-hewan yang ditampilkan di kebun binatang sirkus Cina. Ternyata dalam melatih agar mampu melakukan atraksi yang menakjubkan, hewan-hewan itu secara rutin dipukuli dan disiksa. Tujuannya adalah agar hewan-hewan tersebut lebih taat dan cepat belajar sehingga mampu melakukan atraksi. Mereka dipaksa melakukan trik-trik yang tidak wajar lewat ketakutan dan intimidasi. Semua itu dilakukan hanya demi memperoleh keuntungan pribadi pemilik sirkus. Rasa egois yang ada di dalam diri manusia sungguh membawa dampak yang buruk.
Namun kenyataannya bukan hanya hewan saja yang dapat mengalami kerugian dari keegoisan manusia. Terkadang antar sesama manusia pun terdapat rasa egois yang dapat merugikan dan melukai sesamanya. Keegoisan membuat kita tidak peduli walaupun orang lain mengalami kerugian karena tindakan kita, yang penting kita mendapatkan keuntungan.
Yefta adalah seorang yang menjadi korban penderitaan dari keegoisan saudara-saudara tirinya. Ia adalah anak Gilead dengan seorang perempuan sundal. Anak-anak Gilead yang berasal dari istri yang sah mengusir Yefta supaya ia tidak mendapat hak waris atas kekayaan ayah mereka. Yefta yang mengalami kekecewaan melarikan diri ke tanah Tob dan bergabung dengan para petualang yang suka merampok. Namun dalam rasa sakit hatinya, Tuhan memerhatikan Yefta. Para tua-tua Gilead datang menjemput Yefta dan mengangkatnya sebagai panglima perang bangsa Israel. Akhirnya Yefta dikenal sebagai salah satu hakim Israel yang perkasa dan disertai oleh Tuhan. Sedangkan saudara-saudaranya yang egois sama sekali tidak dikenang dan diingat namanya. Masihkah kita menyimpan sifat egois? Berkat Tuhan tidak akan ada bagi orang-orang yang egois. Mari belajar untuk memerhatikan sesama kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampuni aku bila selama ini aku suka bertindak egois, mau menang sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar