PERCIKAN HATI ❤
π Renungan : Hari Minggu Biasa XVI ( Tahun C/I-Hijau)
Kej. 18:1-10a; Kol.1:24-28; Luk. 10:38-42
TUHAN, SIAPA YANG BOLEH?
π Pemazmur bertanya dalam keheningan doanya: “ TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu yang kudus?” Jawaban yang didengarnya adalah, “Dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya.” (Mzm 15)
π Menarik perhatian kita bahwa Tuhan menyediakan kemah bagi yang ingin beristirahat dengan-Nya. Ia menerima mereka dengan tulus hati datang kepada-Nya. Namun, dalam bacaan pertama mengungkapkan sesuatu yang lain. Bukan kita yang bertamu di kemah-Nya, melainkan Tuhanlah yang datang bertamu di kemah, bapa kita Abraham. Bukan hanya bertamu, Ia pun memberikan berkat yang luar biasa kepada Abraham.
π Sahabat, sama seperti Abraham, Yesus pun mengadakan kunjungan kepada Maria dan Marta. Melalui Maria, mereka pun menerima berkat yang berlimpah, karena Maria telah melakukan hal yang seharusnya dilakukan sebagai orang beriman. Ia duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan ajaran-Nya. Hal ini bukan berarti, apa yang dilakukan oleh Marta tidak baik.
π Namun, haruslah kita ingat dan sadari bahwa di atas segalanya, santapan rohanilah yang paling penting dan harus kita utamakan. Kelak ketika santapan rohani kita makin matang, maka semuanya akan terlaksana dengan baik, sesuai dengan yang kita butuhkan. Karena sesungguhnya, seperti Abraham dan istrinya, Maria dan Marta, maka kita pun akan menerima berkat berlimpah dari apa yang telah kita lakukan di dalam Yesus, bersama Yesus, dan bagi Yesus. π
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar