Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *17 Juli 2019*
Kel 3:1-6,9-12
Mzm 103:1-4,6-7
Mat 11:25-27
*SAYA ISTIMEWA*
_Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyataakannya. -- Mat 11:27_
Setiap orang ingin menjadi seorang yang istimewa. Kata "istimewa" dapat diartikan berbeda-beda menurut cara pandang kita. Ada yang ingin menjadi istimewa bagi orang yang dikasihi, ada juga yang ingin menjadi istimewa dalam arti memiliki suatu keahlian ataupun jabatan tertentu. Dengan menjadi orang yang istimewa, kita berharap hal itu akan membuat hidup kita bahagia.
Tetapi, pernahkah kita menyadari bahwa hidup kita akan menjadi lebih bahagia dan berwarna ketika menjadi seorang yang istimewa bagi-Nya? Ya, tak perlu diragukan lagi, kita istimewa bagi Tuhan. Kita dapat mengenal Bapa, karena Tuhan berkenan kita mengenal-Nya.
Pernyataan ini semakin diperteguh oleh ayat dalam Injil hari ini. Tuhan adalah pintu gerbang bagi kita dalam mengenal Bapa. Dialah yang menjembatani kita dengan Bapa. Jadi, kita istimewa, orang-orang yang dipilih oleh Tuhan untuk dapat mengenal Bapa. Tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk mengenal-Nya, apalagi menjadi murid-Nya. Maka, ketika Ia sudah memilih kita, jangan sia-siakan kesempatan emas itu. Mari tanggapi panggilan-Nya untuk lebih mengenal Bapa.
Terima kasih Tuhan telah menjadikan saya seorang yang istimewa. Terima kasih telah memilih dan memberi kesempatan kepada saya untuk lebih mengenal Bapa. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi seorang yang istimewa bagi-Mu. (Cr)
_Sudahkah saya mensyukuri dan berterima kasih kepada Tuhan karena menjadikan saya begitu istimewa?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar