Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *06 Juli 2019*
Kej 27:1-5,15-29
Mzm 135:1-6
Mat 9:14-17
*PUASA SEBELUM KOMUNI*
_Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. -- Mat 9:15b_
Puasa bagi murid Yesus, tentu tidaklah asing. Yesus sendiri berpuasa selama empat puluh hari untuk mempersiapkan pewartaan-Nya. Lalu, apakah kita hanya berpuasa pada masa Prapaskah?
Saya teringat kejadian beberapa tahun lalu ketika melayani sebagai ketua lingkungan. Saya diminta untuk menjemput seorang imam di paroki untuk misa lingkungan. Petugas keamanan gereja meminta saya menunggu karena para imam sedang makan malam. Dalam hati saya bertanya, "Bukankah semua orang harus berpuasa setidaknya satu jam sebelum misa?"
Sebelum 1964, umat Katolik yang hendak menyambut komuni diminta berpuasa mulai tengah malam. Aturan ini kemudian mengalami perubahan. Paus Paulus VI menetapkan bahwa waktu berpuasa hanya satu jam sebelum komuni. Pastor Albertus Joni SCJ, dalam katakesenya melalui _youtube_ mengatakan bahwa Ekaristi merupakan satu kesatuan dengan komuni sehingga hendaklah kita berpuasa satu jam sebelum misa dimulai.
Kita tidak perlu memperdebatkan berapa lama berpuasa sebelum Ekaristi. Tujuan berpuasa bukanlah untuk menahan lapar dan haus, tetapi mendekatkan diri kepada Allah sambil melakukan perbuatan kasih. Sebagai murid Tuhan, kita ingin menjadi serupa dengan Kristus. Proses mengubah diri ini dilakukan dengan mati raga, yaitu berpuasa.
Berpuasa sebelum menyambut komuni kudus menimbulkan rasa lapar dan dahaga secara jasmani yang pada gilirannya akan meningkatkan rasa lapar dan haus rohani yang pantas untuk menyambut Yang Kudus ke dalam tubuh kita. (www.indocell.net/yesaya-Yo)
_Apakah saya selalu berpuasa sebelum menghadiri Ekaristi?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar