Jumat, 12 Juli 2019

Sabtu, 13 Juli 2019
Pekan Biasa XIV
Kej 49:29-32; 50:15-26a; Mat 10:24-33

Yusuf berkata, “Janganlah takut, .... Memang kalian telah membuat rencana yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mengubahnya menjadi kebaikan,..."

Sebagian besar dari kita, tidak mudah untuk mengolah dan memaknai secara positif atas pengalaman buruk atau derita yang kita alami. Kalau suatu saat ada orang yang merencanakan dan melakukan sesuatu yang jahat kepada kita sehingga kita menderita, seringkali yang tersimpan dalam hati kita adalah rasa tidak suka, bahkan kenencian dan dendam. Hari ini, kita diajak belajar dari Yusuf yang telah diperlakukan buruk oleh saudara-saudaranya, tetapi ia mampu mengolah dan memaknainya secara positif (bac. 1). Bagaimana caranya? Pertama-tama, kita harus yakin bahwa Allah sangat mengasihi kita, jauh melebihi burung pipit (Injil). Karena kasih-Nya, Allah merencanakan dan menghendaki yang terbaik bagi kita, meski seringkali yang terjadi tampaknya justru sebaliknya (derita, masalah, beban hidup, dll). Selanjutnya, kita harus berserah kepada Allah dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Dalam proses ini, pelan-pelan, kita akan mampu mengolah dan memaknai secara positif pengalaman-pengalaman buruk atau diperlakukan secara buruh. Bahkan, kita akan menganggapnya sebagai rahmat.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar