Senin, 01 Juli 2019

Selasa, 2 Juli 2019
Pekan Biasa XIII
Kej. 19:15-29; Mzm. 26:2-3,9-10,11-12; Mat. 8:23-27.

Bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Bahkan ketika sedang bersama Yesus pun, para murid diombang-ambingkan angin taufan yang sangat dahsat sampai ombak masuk ke dalam perahu mereka. Hal ini menggambarkan bahwa meskipun kita senantiasa dekat dengan Tuhan, tidak serta merta kita akan terbebas dari segala macam kesulitan, persoalan dan masalah. Kita mungkin pernah mengalami, atau paling tidak menyaksikan bahwa iman dan kedekatan kita dengan Tuhan justru mendatangkan masalah dan kesulitan bagi kita, misalnya sulit membangun gereja, sulit naik jabatan atau mengembangkan karir, sulit mencari pekerjaan, sulit mendapatkan makam, dan bahkan saat sudah dimakamkan pun makamnya dirusak. Dalam kesulitan-kesulitan tersebut, mungkin kita juga pernah mengalami, seolah-olah Tuhan tertidur dan tidak peduli, alias membiarkan kita harus berjuang sendiri. Dalam situasi demikian, kadang kita menjadi goyah dalam iman. Kita "membangunkan" dan berseru minta tolong, bukan dalam suasana penuh iman atau kepercayaan kepada-Nya tetapi dalam suasana penuh ketakutan dan cenderung menyalahkan Tuhan yang kita anggap tidak peduli. Kalau memang demikian yang sering terjadi, rasanya kita perlu mengubah pola hidup dan keyakinan iman kita: yang utama bukan kita terbebas dari aneka macam kesulitan, masalah, persoalan dan penderitaan, tetapi selalu bersama Tuhan. Meskipun bersama Tuhan tidak membebaskan kita dari kesulitan, masalah, persoalan, derita dan berbagai macam risiko kehidupan, kita tetap percaya kepada-Nya dan ingin terus bersama-Nya karena dengan demikian pada saat yang tepat Tuhan akan menunjukkan kuasa-Nya sehingga kita dimampukan untuk menghadapi dan menyelesaikan semuanya dengan baik.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar