Senin, 8 Juli 2019
Pekan Biasa XIV
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26.
"Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." (Mat 9,22)
Sakit dan kematian merupakan dua keadaan yang setiap orang pasti pernah dan akan mengalaminya. Keduanya bagaikan sahabat yang amat istimewa dan sangat dekat dengan kita. Bahkan, tidak jarang sakit dan kematian itu memberi kejutan pada kita: datang secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Yach, seperti seorang sahabat yang tiba-tiba datang tanpa memberi tahu karena akan memberi kejutan. Namun, satu hal yang berbeda dengan sahabat-sahabat pada umumnya, biasanya kedua sahabat kita ini sering membuat kita takut. Secara manusiawi, amat wajar kalau kita takut sakit dan takut mati. Nah, berhadapan dengan rasa takut tersebut, hanya imanlah yang menjadi jawaban. Hanya iman kepada Tuhan yang memampukan kita berdamai dengan kedua sahabat kita itu. Bahkan lebih dari itu. Iman kita akan membuat penyakit dan kematian yang sering kita takuti itu justru menjadi sarana bagi kita untuk menerima anugerah keselamatan. Karena iman, penyakit yang kita derita membuat kita dapat ikut serta merasakan derita Kristus di salib demi keselamatan kita. Karena iman pula, kematian hanya mengakhiri hidup kita di dunia ini tetapi sekaligus juga membuka hidup baru di surga. Dengan kata lain, tanpa iman maka sakit dan kematian hanya akan menjadi derita yang sia-sia, namun dengan iman keduanya justru menjadi sahabat baik yang mengantar kita pada keselamatan dan persatuan dengan Tuhan.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar