Selasa, 09 Juli 2019

*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                    Rabu, 10 Juli 2019                                                                                                                               RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Mereka Yang Dipanggil Kristus Bukanlah Orang Sempurna!*                                                                                           Matius 10: 1 - 7

Saudara-saudari... Pada suatu waktu saya didekati oleh seorang ibu tua. Katanya: “Pater, saya kecewah sekali karena Pater Tadeus, bukan nama sebenarnya- begitu marah dengan  anak saya. Dia mengusir anak saya dari Pastoran.” Apa, yang membuat Pater Tadeus marah? Tanya saya. “Waktu dia cuci gelas, karena licin, gelasnya jatuh dan pecah. Waktu Pater Tadeus dengar, dia ke dapur dan marah besar dan usir anak saya. Anak saya bantu masuk siang dan malam di pastoran. Jam 5 sore dia kembali ke rumah kami.” Oh...kasihan. Apakah Nona sudah meminta maaf? Tanya saya. “Sudah Pater, tetapi Pater Tadeus tetap tidak mau menerima anak saya kembali kerja di Pastoran. Pater, bukankah Pastor itu meneladani sifat Yesus Kristus yang penuh belaskasihan? Bukankah Pastor itu harus promosikan pengampunan? Bukankah Pastor itu amalkan isi kotbahnya?”  Benar sekali apa yang ibu katakan. Pastor itu sudah seharusnya meneladani Kristus; kotbahnya harus dihayati dan diamalkan. Tetapi apa mau dikata. Pastor tetap manusia yang penuh dengan keterbatasannya. Tetapi bukan berarti Pastor tidak bisa memperbaiki dirinya agar dia bisa menjadi Kristus untuk yang lain. Pastor membutuhkan doa ibu agar dia semakin meneladani Kristus.

Saudara-saudari... Hari ini Yesus memanggil keduabelas murid-Nya untuk bekerjasama dengan Dia. Kalau kita amati secara teliti, mereka semua punya banyak kekurangan. Di antara para murid itu, ada yang mengkianati Yesus; ada yang merebut kuasa; ada yang selalu ragu dan tidak percaya. Bahkan orang yang dipilih-Nya sebagai pemimpin para Rasul menyangkal Yesus tiga kali. Singkatnya, Yesus memilih orang-orang dengan segala keterbatasannya dan dengan cacat celahnya.

Saudara-saudari... Kita semua pun sudah dipanggil Yesus untuk menjalankan tugasnya. Oleh Sakramen Permandian, kita sudah diberi tanggungjawab untuk meneruskan tugas keselamatan-Nya. Dipermandikan masuk kristen bukan berarti kita sudah jadi sempurna untuk selamanya. Kita tetap manusia yang tidak sempurna. Betapa sering kita jatuh; betapa sering kita menyangkal Tuhan; betapa sering kita bimbang dan tidak percaya; betapa sering kita berjuang untuk memperoleh kekuasaan lebih tinggi dari yang lain. Tetapi walaupun demikian, Tuhan tidak meninggalkan kita. Dia tetap menerima kita di saat kita bertobat.

Hari ini kita diingatkan kembali, bahwa dalam keterbatasan kita, Tuhan memanggil kita untuk misi khusus yang sesuai dengan profesi kita - entah sebagai bapa/ibu keluarga, sebagai guru, dokter, perawat, pedagang, petani, biarawan-biarawati, polisi, tentara, pelayan Gereja dan masyarakat dan semesta alam -  untuk menyebarkan warta gembira, karya keselamatan Kristus bagi semua agar kita semua selamat.

Marilah saudara-saudari.... Siap-sedialah selalu untuk melayani Tuhan. Dalam keterbatasan kita, Tuhan tetap membutuhkan kita untuk meneruskan misi keselamatanNya. Di saat kita lemah, Tuhanlah yang akan menguatkan dan memampukan kita untuk meneruskan karya-Nya.

Bersama Bunda Maria kita berdoa,  Tuhan bantulah kami, orang yang penuh dengan kekurangan ini, semoga kami selalu setia pada-Mu dan tetap merasa bertanggungjawab untuk menjalankan tugas-Mu.  Dalam nama Kristus kami berdoa. Amen!

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar