Jumat, 12 Juli 2019

*SIRAMAN ROHANI*
Sabtu, 13 Juli 2019                                                                                 RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Takut Akan Allah!*
                                                                                            Matius 10: 24 - 33

Saudara-saudari... Seorang Frater datang ke kantor saya. Katanya, “Pater, saya merasa takut!” Lalu saya bertanya: Apa yang membuat frater merasa takut? Apakah ada orang yang menakut-nakuti kamu?  Dengan tegas dia menjawab: tidak ada yang menakuti saya Pater.  “Lalu mengapa kamu merasa takut?” Kata-ku. Dengan sedih dia berkata: “Bapa-ku lagi sakit. Saya takut, jangan-jangan sakitnya ini akan merenggut nyawanya dan kami akan kehilangan seorang Bapa. Kami semua sangat mencintai dia Pater. Kami takut kehilangan seorang ayah yang sangat kami cintai.
Sungguh benar, setiap kali orang yang kita cintai sakit, semua anggota keluarga merasa takut, jangan-jangan dia akan meninggalkan kita, dan pergi untuk selama-lamanya. Jadi kita sesungguhnya tidak mau agar kita kehilangan orang yang kita cintai. Kita mau agar kita selalu ada bersama dengan orang yang kita kasihi.

Saudara-saudari... Hari ini Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”
Apa sesungguhnya arti dari kata: Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka? Takut kepada Allah artinya tanamkanlah perasaaan kasih dalam diri kita agar kita tidak akan kehilangan Allah. Takut kehilangan Allah. Supaya Tuhan jangan menghilang dari kita, maka kita harus selalu menjalin relasi yang baik dengan-Nya.  Takut akan Allah bukan berarti kita harus mengikuti perintahnya agar jangan dihukum. Tuhan sesungguhnya tidak menghukum manusia, tetapi manusia sendiri, dengan segala kerakusannya, dengan segala kebebasan atas dasar kehendaknya sendiri, menjerumuskan dirinya ke dalam genggaman setan. Kalau kita selalu mengikuti kehendak kita sendiri, itu berarti kita menjadikan diri kita sebagai allah. Dan Allah yang sesungguhnya hilang dari jangkauan kita. Di saat Allah menghilang dari pandangan kita karena akibat dari tumpukkan dosa yang sudah kita bangun, maka kehidupan kita selanjutnya sungguh sangat melarat.

Marilah saudara-saudari... tanamkanlah dalam diri kita rasa takut akan Allah secara positip, dan tumbuh-kembangkanlah rasa hormat dan cinta dalam diri kita akan Dia, agar kita selalu merasakan bahwa Tuhan ada bersama kita untuk selama-nya. Selama kita selalu ada bersama Dia, maka sudah pasti kita akan hidup bahagia bersama Dia untuk selama-lamanya.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen!

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar