Kamis, 15 Agustus 2019
Hari Biasa XIX
Yos 3: 7-10a,11,13-17; Mzm 114:1-2,3-4,5-6; Mat 18:21-19:1
"Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (kamu harus mengampuni)."
Tujuh puluh kali tujuh (70x7) bukan semata-mata 490, tetapi bermakna simbolit untuk menyatakan jumlah yang tidak terbatas. Sama halnya dengan utang sebesar 10.000 talenta yang menunjukkan jumlah yang sangat besar dan tak mungkin bisa terlunaskan tanpa adanya penghapusan hutang. Sebab, kalau 1 talenta sama dengan 6000 dinar dan 1 dinar adalah upah orang bekerja 1 hari, berarti untuk melunasi hutang sebesar itu, orang harus bekerja selama 60.000.000 hari atau sekitar 164 tahun. Jadi tidak mungkin orang tersebut dapat melunasi utangnya, karena selain usianya tidak mungkin mencapai 164 tahun, tidak mungkin juga upah 1 dinar sehari itu untuk membayar hutang semua karena ia butuh makan dan mencukupi kebutuhan lainnya. Lain halnya dengan hutang kawannya yang hanya 100 dinar, yang tentu akan dengan mudah dibayar lunas hanya dengan 3 atau 4 bulan bekerja. Di sinilah tampak kontras yang sangat jauh: hutang yang tidak mungkin terlunaskan saja dihapuskan tetapi ia yang telah dihapuskan hutangnya itu tidak mau menghapuskan hutang kawannya yang sangat sedikit. Sama halnya dengan orang yang semua dosanya - sebanyak dan sebesar apa pun - diampuni oleh Tuhan, tetapi ia tidak mau mengampuni kesalahan orang lain yang amat kecil. Oleh karena itu, melalui Injil ini, kita disadarkan sekaligus diajak untuk sungguh-sungguh menghayati doa kita: "Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami". Memang, meski kita dapat dengan mudah mendapatkan pengampunan dari Tuhan, namun sering kali tidak mudah bagi kita untuk mengampuni. Namun, kita harus ingat: supaya Tuhan tidak menarik kembali pengampunan-Nya pada kita, maka kita juga harus mau bermurah hari untuk mengampuni orang lain.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar