Kamis, 22 Agustus 2019.
Pw St. Perawan Maria Ratu
Hak 11: 29-39a ;Mzm 40:5,7-8a,8b-9,10; Mat 22:1-14
"Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja."
Kerajaan surga bukan hanya urusan masa depan setelah hidup kita di dunia ini berakhir, tetapi juga menyangkut hidup kita saat ini. Sesungguhnya, kerajaan surga sudah hadir di tengah-tengah kita, sebagaimana kita mohon setiap kali kita berdoa Bapa Kami. Injil hari ini juga mengajak kita untuk merenungkan tentang kerajaan surga yang hadir di dunia ini, yakni dalam perjamuan Tuhan, Ekaristi. Santo Yohanes Paulus II, dalam Ensiklik Ecclesia de Eucharistia, no.19, mengatakan: "Sungguh Ekaristi adalah secercah penampakan surga di atas bumi. Ekaristi adalah seberkas sinar mulia dari Yerusalem surgawi yang menembus awan sejarah dan menerangi peziarahan kita". Bila kita merayakan Ekaristi dan menyambut tubuh Kristus, kita mencicipi perjamuan surgawi sebagaimana dinyatakan oleh Yesus sendiri: "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman" (Yoh 6:54). Kita diajak untuk sungguh-sungguh menghargai martabat luhur Ekaristi ini. Tentu, kita bukanlah orang-orang yang suka berdalih dan menolak undangan Tuhan untuk hadir dan berpartisipasi dalam Ekaristi-Nya seperti orang-orang yang diceritakan dalam Injil. Kita tahu bahwa Misa Mingguan dan Hari Raya itu hukumnya wajib (Perintah Gereja no.2). Namun, hadir saja tidak cukup. Kita mesti juga mengenakan pakaian pesta. Pakaian pesta yang dimaksud di sini tidak sebatas pakaian yang pantas untuk beribadah dan menghadap Tuhan, tetapi juga hati, budi, dan badan kita yang sungguh-sungguh siap dan mau terlibat dalam perayaan itu. Sangat diharapkan agar dalam setiap Misa, kita terlibat secara penuh, sadar dan aktif (Sacrosanctum Concilium no.14). Artinya mengikuti perayaan Ekaristi dari awal sampai akhir dan menghayatinya dengan sepenuh hati, budi dan badan; disertai dengan pengertian dan pemahaman yang baik mengenai apa yang sedang kita lakukan, kita lihat dan kita dengar. St. Yohanes Krisostomus menambahkan bahwa pakaian pesta utama dan mesti selalu kita kenakan adalah cinta kasih dan perdamaian dengan sesama (bdk. Mat 5,23-24)?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar