Kamis, 29 Agustus 2019
Pw. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis
Yer. 1:17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk. 6:17-29.
Santo Yohanes Pembaptis adalah satu-satunya santo, selain Bunda Maria, yang oleh Gereja diperingati, baik kelahirannya di dunia (24 juni) maupun kelahirannya di surga sebagai martir (29 agustus). Bagaimana kisah kemartirannya, kita baca dalam Injil hari ini. Ia dipenjara dan akhirnya dipenggal kepalanya demi kebenaran. Ia mengritik raja Herodes: "
"Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Marilah kita merenungkan kemartiran St. Yohanes Pembaptis ini bersama dengan Santo Beda Venerabilis, yang mengatakan demikian: "Santo Yohanes dibelenggu dan dipenjara karena kesaksiannya akan Sang Penebus. Sebab, ia memang harus menyiakan jalan bagi-Nya. Untuk-Nya, ia memberikan hidupnya. Meskipun ia tidak diminta untuk menyangkal Kristus - sebagaimana para martir yang lain - tetapi hanya untuk bungkam terhadap kebenaran. Kristus telah berkata: "Akulah kebenaran" (Yoh 14,6). Oleh karena itu, ia telah menumpahkan darah untuk Kristus, karena ia menumpahkannya demi kebenaran. Dan sebagaimana dengan kelahirannya, dengan kotbah-kotbahnya, dan dengan pembaptisannya, ia harus memberi kesaksian tentang Dia yang akan dilahirkan, akan berkotbah dan akan dibaptis, demikian pula dengan menderita, ia juga menunjukkan bahwa Kristus harus menderita. [...] Tetapi, untuk orang seperti dia, hal itu bukanlah beban yang berat, tetapi sesuatu yang indah dan mudah untuk ditanggung sementara waktu, karena sebagai gantinya mendapatkan sukacita abadi"
Semoga, seturut teladan St. Yohanes Pembaptis, kita pun semakin berani untuk menjadi saksi dan menjadi pejuang-pejuang kebenaran, kendati harus berhadapan dengan risiko yang tidak mudah.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar