Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 18 Agustus 2019
Bacaan: Roma 12:16 "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!"
Renungan:
Dalam sebuah karya Anthony De Melo, diceritakan suatu hari Raja Setan sedang berkelana di bumi dengan seorang pengawalnya. Di tengah perjalanan mereka melihat seorang manusia memungut sesuatu dan membawanya dengan wajah yang riang gembira. Sang pengawal pun bertanya kepada Raja Setan, "Tuanku, sedang apa manusia itu?" Raja Setan menjawab, "Dia sedang memungut sekeping kebenaran." "Wah gawat tuanku, jika manusia mengetahui kebenaran, mereka akan memusuhi kita dan celakalah kita karena kita ini anti kebenaran," jawab sang pengawal. Raja Setan menjawab dengan tersenyum katanya, "Tenang saja. Justru dengan sekeping kebenaran yang dia miliki sekarang, dia akan merasa bahwa dia telah mengetahui seluruh kebenaran yang ada, sehingga dia akan berkata kepada manusia-manusia lainnya, "Kamu keliru, kamu keliru dan kamu juga keliru! Akulah yang paling benar. Kalian semua salah!" Dengan demikian dia akan menyalahkan manusia-manusia lainnya, mereka akan rebut dan saling bermusuhan. Jadi tugas kita akan lebih mudah.""
Pepatah mengatakan, "Bagaikan ilmu padi, semakin berisi maka dia akan semakin merunduk." Orang yang bijaksana biasanya justru semakin rendah hati dalam bersikap. Sebaliknya orang yang kurang bijaksana biasanya ingin menunjukkan kehebatannya dan berusaha agar mendapatkan pujian dari orang lain. Orang seperti ini biasanya juga akan cenderung mudah mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang lain. Mereka merasa bahwa diri merekalah yang paling benar, bijaksana dan pandai, namun pada kenyataannya, mereka justru tumbuh menjadi orang sombong dan bebal (Rm 11:25).
Karena itu Tuhan selalu mengingatkan kita, jangan lah kita merasa diri terlalu pandai, paling benar dan paling bijaksana kemudian menghakimi satu sama lain. Jangan biarkan kesombongan menjadi celah bagi iblis untuk menghancurkan diri kita. Rendahkanlah diri dan bukalah hati untuk terus belajar dan mendengarkan nasihat dan Firman Tuhan, agar kita betul-betul paham tentang kebenaran dan hidup yang Tuhan kehendaki dalam diri kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering meninggikan diriku atas prestasi-prestasi yang aku dapat. Aku lupa bahwa semua itu kudapat karena Engkau mengasihi aku. Kini ajarilah aku untuk selalu rendah hati dalam berkata-kata dan bersikap, sehingga melalui kerendahan hatiku kuasaMu dapat bekerja secara sempurna dalam diriku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar