Minggu, 18 Agustus 2019

Kencan Dengan Tuhan
Senin, 19 Agustus 2019

Bacaan: Hakim-hakim 7:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku."

Renungan:
  Ketika bangsa Israel ditindas oleh bangsa Midian, Tuhan mengutus Gideon untuk bertempur melawan mereka. Semula Gideon mengumpulkan 32.000 orang Israel untuk maju bertempur, tetapi kemudian Tuhan menyaring mereka dengan kriteria, yang pertama adalah prajurit yang takut dan gentar dan yang kedua adalah prajurit yang meminum air dengan cara menjilat langsung dari danau. Tuhan hanya memilih 300 orang pasukan dan menyingkirkan 31.700 orang.
  Cara yang dilakukan Tuhan itu benar-benar berseberangan dengan pola pikir manusia pada umumnya, di mana sekelompok tentara akan lebih berpeluang memenangkan pertempuran jika memiliki jumlah pasukan yang lebih banyak dan lebih tangkas. Namun demikian, Tuhan menghendaki agar jika mereka memenangkan pertempuran itu, mereka tidak menjadi sombong dan menganggap kemenangan itu adalah hasil jerih payah dan kehebatan mereka. Karena itulah Tuhan membuat mereka menjadi kecil, tampak lemah dan mustahil untuk menang, sebab di dalam kelemahan merekalah kuasa Tuhan akan dinyatakan dalam diri mereka.
  Sikap Tuhan juga berlaku bagi diri kita. Kita mungkin sering menganggap bahwa diri kitalah yang melakukan segalanya. Kita kurang menyadari bahwa tanpa penyertaan dan campur tangan Tuhan, kita mungkin tidak akan sanggup melawan segala keterbatasan dalam diri kita. Karena itulah kita mulai mengandalkan materi, posisi dan segenap kemampuan kita sendiri, namun pada kenyataannya kita tidak pernah merasa puas dan berhasil karena ternyata masalah yang kita hadapi jauh lebih besar dari pada yang kita pikirkan sebelumnya. Kita perlu belajar dari Gideon. Janganlah kita bermegah karena diri kita sendiri, prestasi atau talenta kita dan segala hal yang telah kita raih. Namun bermegahlah karena Tuhan, sebab hanya karena Dialah kita bisa meraih semuanya. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mengingatkan aku bahwa semua keberhasilan yang kuraih saat ini bukan semata-mata hasil usahaku sendiri, tetapi terutama karena campur tanganMu. Tanpa Engkau aku tidak bisa berbuat apa-apa. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar