#renungan
*ALLAH YANG BERHATI BELASKASIH*
Kamis 15 Agust 2019
_`Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya` (Mat 18:21)_
Mat 18:26 menggambarkan manusia berdosa yang dengan rendah hati mengakui segala dosanya di hadapan Allah, `Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.` `Manusia akan menjadi makhluk ciptaan yang sejati bila sujud menyembah Allah dan mengaku bahwa Allah adalah Allah` (Paus Fransiskus). Bila hamba menyembah, dia sungguh menjadi makhluk ciptaan yang sejati, yang merendahkan diri di hadapan Yang Mahakuasa dan mengalami kepapaan dirinya yang berhutang banyak. Manusia berhutang kepada Allah tidak hanya dalam hal dosa, tetapi lebih-lebih dalam pujian, penyembahan, dan pengakuan kepada Allah sebagai Allah. Dalam dosa, manusia menjadi egois, menjadikan diri sendiri sebagai pusat dan tidak lagi mengakui Allah sebagai Allah. Dengan pengakuan, pujian, dan penyembahan kepada Allah, manusia akan mengalami belaskasih dan kerahiman Allah yang akan membebaskannya dari segala hutang dan menjadikan dia makhluk ciptaan yang sungguhsungguh bebas (bdk. Mt 18:27).
Bahasa Latin `kerahiman` adalah `misericordia`. `Miseri` lebih kurang berarti kesusahan, `cordia` berarti hati. Allah bisa merasa dalam hati-Nya segala kesusahan manusia. Tidak hanya itu, Dia mau dan sanggup menghapuskannya dan membebaskan manusia. Hanya dengan kerahiman-Nya, manusia dapat dikembalikan dari makhluk miserable menjadi makhluk ciptaan yang bebas dan bahagia.
*_Sr. M. Maximilliane S., P.Karm_*
Kamis 15 Agust 2019
Yos 3:7-11.13-17; Mzm 114:1-6; Mat 18:21-19:1
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar