Rabu, 14 Agustus 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *15 Agustus 2019*

Yos 3:7-10a,11,13-17
Mzm 114:1-6
Mat 18:21 - 19:1

*JANGAN PERHITUNGAN*

_Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah?  -- Mat 18:21_

Pada umumnya, orang Yahudi hanya memberikan pengampunan sebanyak tiga kali (Amos 1:3,6,9 dan Ayub 33:29-30). Ketika Petrus bertanya apakah ia harus mengampuni tujuh kali, ia berharap mendapat pujian dari Yesus karena memberikan pengampunan yang lebih banyak dari kebiasaan orang Yahudi. Namun Yesus mengatakan kita harus mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali, yang artinya kita perlu memberi pengampunan tanpa balas.

Sembilan tahun lalu, saya mengajak kedua keponakan saya yang sudah yatim piatu untuk tinggal bersama. Kini mereka sudah besar dan mulai kuliah. Penghasilan saya cukup untuk membiayai kehidupan saya, ibu, bersama mereka berdua. Namun, untuk membiayai sekolah dan kuliah, tabungan saya mulai tergerus sedikit demi sedikit. Tahun depan, saya berencana menjual mobil satu-satunya agar kedua keponakan saya dapat tetap kuliah.

Terbersit kekecewaan saya kepada Tuhan. Saya cukup aktif melayani Tuhan dalam berbagai kegiatan di gereja. Mengapa Tuhan tidak memberi saya rejeki yang lebih lagi? Ketika pikiran itu muncul, hati kecil saya mengingatkan untuk tidak perhitungan dengan Tuhan.

Bulan lalu, keluarga almarhum adik ipar saya datang ke rumah. Intinya, mereka mau menjual tanah yang cukup luas. Ternyata, kedua keponakan saya mendapat jatah warisan atas hal itu. Saya begitu gembira. Tuhan memelihara anak-anak-Nya. Dia selalu memberi solusi pada waktu yang tepat. (Yo)

_Apakah pelayanan saya masih berdasarkan pamrih?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar