#renungan
*MELAKUKAN KEHENDAK-NYA*
Kamis 08 Agust 2019
_`[...] sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia` (Mat 16:23b)_
Suatu hari di akhir masa novisiatnya, St. Theresia dari Lisieux harus menanggung cobaan yang cukup berat baginya. Ia harus menunda pengikraran kaul-kaulnya, karena pater rektor menolak permohonannya. Namun, dalam doanya, ia menyadari bahwa keinginannya untuk mengu-capkan kaul saat itu dilandasi oleh cinta dirinya yang besar, maka seketika itu juga ia sadar, `Saya tak boleh memaksa Dia untuk melaksanakan kehendakku sebagai ganti kehen-dak-Nya.`
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, kita memaksakan kehendak kita sendiri: saya ingin punya mobil, saya ingin jalan-jalan ke luar negeri, saya ingin sukses, dan masih banyak lagi. Itulah pikiran-pikiran manusiawi zaman ini. Bahkan, ada di antara kita yang `setengah mengancam` Tuhan dalam menyampaikan keinginannya.
Jika permohonan kita dikabulkan, masih ingatkah kita untuk bersyukur? St. Theresia Lisieux bahkan mampu menerima dengan penuh rasa syukur penuh iman saat keinginan hatinya tidak dikabulkan Tuhan.
Seperti halnya St. Theresia Lisieux yang hanya mengharapkan kehendak Allah yang terjadi, dan selalu memikirkan Allah, kita pun diajak untuk meneladaninya. `Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN` (bdk. Yes 55:8).
Ya Allah inilah diriku, biarlah kehendak-Mu saja yang terjadi dalam hidupku.
*_Sr. M. Ellen, P.Karm_*
Kamis 08 Agust 2019
Pw S. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah, Imam
Bil 20:1-13; Mzm 95:1-2.6-9; Mat 16:13-23
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar