Jumat, 02 Agustus 2019

Sabtu, 3 Agustus 2019

*MEMPERHATIKAN ATAU MENDIAMKAN SUARA ALLAH?*

*BACAAN*
*Imamat 25:1.8-17* – “Dalam tahun suci, semua hendaknya pulang ke tanah miliknya”
*Mat 14:1-12*  – “Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis, kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus”

*RENUNGAN*
1.Yohanes Pembaptis diutus untuk menyiapkan jalan Tuhan. Ia adalah saksi kesucian dan kebenaran Allah. Ia berusaha membangkitkan penyesalan akan dosa dan perlunya pertobatan. Ia berbicara dengan jelas dan tidak takut kepada seorang pun. Ia mengkritik Herodes sebagai penguasa lalim, korup, sewenang-wenang, serakah, dan amoral. Mungkin kita tidak seperti Herodes, namun yang kita alami adalah  jiwa yang lesu, hidup rohani yang suam-suam kuku sehingga kita tidak mampu dan tidak mau menjalankan tugas kenabian seperti Yohanes Pembaptis.

2.Ketika Herodes mengadakan pesta pora, ada yang salah: Herodes memanipulasi pesta untuk mengumbar hawa nafsu, memperlemah moral, dan menyakiti hati Allah. Ia mengakhiri pesta sebagai seorang pembunuh bukan sebagai raja yang baik. Ia menggunakan kekuasaannya untuk menghancurkan bukan untuk melindungi. Apakah aku juga terjerumus seperti Herodes ini? Ketika kita mengadakan/ikut pesta, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan memelihara identitas sebagai orang beriman.

3.Herodes telah membunuh Yohanes Pembaptis. Seharusnya kehadiran Yesus menjadi sebuah rahmat baginya untuk bertobat. Namun ia tidak memanfaatkannya seperti ketika ia berhadapan dengan Yohanes Pembapis. Herodes gagal memanfaatkan rahmat Allah. Tuhan selalu mengingatkan panggilan kita untuk menjadi sempurna dan suci. Apakah aku menyadari betapa banyaknya pengampunan Allah kepadaku, namun aku tidak berani melangkah untuk menjadi lebih sempurna dan suci?
🇮🇩berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar