Selasa, 13 Agustus 2019
*GEREJA KAUM MISKIN?*
*BACAAN*
*Ul 31:1-8* – “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, Yosua, sebab engkau akan masuk bersama bangsa ini ke tanah perjanjian”
*Mat 18:1-5.10.12-14* – “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini”
*RENUNGAN*
1.Injil hari ini membicarakan tentang Gereja (Mt 18:1-14). Kata kuncinya adalah “anak-anak kecil.” Mereka yang digolongkan sebagai “anak kecil” adalah orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir. Mereka ini yang harus menjadi perhatian Gereja. Terhadap mereka, Gereja Katolik mengikrarkan diri sebagai Gereja Kaum Miskin. Benarkah demikian?
2.Para murid mempersoalkan: siapakah yang terbesar? Yesus memberi kriteria jelas, yaitu bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Apa artinya? Bertobat adalah bagian terpenting bagi setiap pengikut Kristus, dan melayani orang-orang kecil, miskin, tersingkir menjadi perhatian utama perlayanan Gereja. Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog Luteran Jerman, menyatakan: “Gereja akan menjadi Gereja jika ia ada untuk orang lain. Dan untuk memulainya, Gereja mesti memberikan seluruh hartanya kepada yang menderita.” Bagaimana realitasnya?
3. “Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.” Kristus yang mengidentifikasi diri dengan orang-orang miskin, lemah, menderita, dan tersingkir menghendaki agar mereka menjadi tanggungjawab Gereja dan tidak sampai terlindas hilang oleh keserakahan dan ketidak adilan zaman sekarang. Maka setiap pengikut-Nya diharapkan menjadi sama seperti diri-Nya dan sepenuh hati melayani mereka. Kalau tidak, maka jati diri Gereja sebagai Gereja Kaum Miskin hanya pepesan kosong. Banyak orang bilang bahwa Gereja Katolik hanya berpusat di sekitar altar. Meriah tapi minim aksi. Benarkah demikian?
🇮🇩MS🇮🇩
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar