Selasa, 6 Agustus 2019
*EKSODUS MENUJU KEMULIAAN*
*BACAAN*
*Dan 7:9-10.13-14* – “Pakaiannya putih s eperti salju”
*2Petr 1:16-19* – “Suara itu kami dengar datang dari surga”
*Luk 9:28-36* – “Ketika sedang berdoa, wajah Yesus berbuah, dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan”
*RENUNGAN*
1.Yesus berbicara dengan Musa dan Elia tentang eksodus-Nya, yaitu pembebasan manusia dari perbudakan dosa. Ia tidak berbicara tentang mukjizat-mukjizat, tentang kesenangan atau keindahan dunia ini. Yang Ia inginkan hanyalah eksodus yang akan terjadi, yaitu penderitaan dan kematian serta kepergian-Nya dari dunia ini kepada kemuliaan Bapa-Nya, memenuhi kehendak-Nya dengan menyelamatkan manusia.
2.Hati kita dapat tertarik kepada banyak hal: ambisi, keinginan, harapan, penghargaan, kesenangan, pemenuhan bakat-bakat. Tuhan kita Yesus Kristus memilih untuk menaklukkan hal-hal tersebut hanya kepada cinta akan Bapa-Nya. Ini yang disebut mengikuti Kristus dan lepas bebas tak terikat terhadap dunia. Artinya siap untuk menyerahkan apa saja yang aku miliki hanya demi cinta kepada Kristus; kita harus mencintai Kristus melebihi dari segala yang lain yang kita cintai. Inilah yang disebut kemerdekaan sejati dari perbudakan egoisme. Buah-buah yang dihasilkan adalah damai, sukacita, cinta kasih, dan kehidupan kekal.
3.”Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja” (Yoh 12:24). Hidup kita harus terus-menerus disucikan, seperti biji gandum yang jatuh ke tanah, karena hidup kita memiilikii kecenderungan kuat mementingkan diri sendiri dan egois. Hal inilah yang harus dicabut. Seorang isteri yang mencintai suaminya memiliki aspek egois, misalnya dia ingin selalu mengontrol dan mengawasi suaminya. Unsur mementingkan diri sendiri dan egois memiskinkan dan memudarkan cinta yang sesungguhnya. Bagaimana pengalamanku?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar