Kamis, 12 September 2019
*CITA-CITA YANG SANGAT TINGGI*
*BACAAN*
*Kol 3:12-17* – “Kenakanlah cinta kasih, tali pengikat kesempurnaan”
*Luk 6:27-38* – “Hendaknya kamu murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya”
*RENUNGAN*
1.Nilai-nilai yang Yesus ajukan dalam kotbah di bukit dapat dikategorikan ‘revolusioner.’ Tidak pernah cita-cita kasih ditempatkan sedemikian tinggi, dan menuntut sikap heroik dalam pelaksanaannya. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu … karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan” (Mat 7:13-14). Itulah mengapa Yesus meminta kita untuk berjuang keras agar ajaran-Nya terwujud. Di samping revolusioner, ajakan Yesus ini juga dapat disebut “perang saudara” di mana medan perangnya adalah hati kita, karena musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri.
2.Dalam Injil hari ini, Yesus juga memberikan kepada kita apa yang disebut Peraturan Emas: “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Kita cenderung mencintai diri sendiri ketika kita berhadapan dengan apa saja yang kita sukai dan menuntut orang lain mengikuti kemauan kita. Ini cara hidup yang dangkal dan picik. Yesus mendesak kita untuk mengganti egoisme tersebut dengan mengasihi orang lain, bahkan mengasihi musuh.
3.Rencana Allah sungguh mengagumkan. Rencana Allah tersebut melampaui pengertian kita, yaitu bahwa kita harus sempurna, tidak menurut kesempurnaan standard manusia, tetapi menurut kesempurnaan Allah. Panggilan kita adalah untuk menjadi seperti Allah. Mengapa demikian? Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dan Allah adalah kasih. Kodrat Allah adalah memberi diri sepenuhnya dan total tanpa memandang siapa pun manusia itu, entah agama apa, suku apa, bangsa apa. Semakin kita mengasihi dan tidak cinta diri, semakin sempurna sebagai ciptaan Allah. Jiwa yang demikian adalah jiwa yang berlimpah sukacita, dan, dan kegembiraan. “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan” (Mat 25:29). “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10).
🇮🇩MaSri🇮🇩
Kamis, 12 September 2019
*CITA-CITA YANG SANGAT TINGGI*
*BACAAN*
*Kol 3:12-17* – “Kenakanlah cinta kasih, tali pengikat kesempurnaan”
*Luk 6:27-38* – “Hendaknya kamu murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya”
*RENUNGAN*
1.Nilai-nilai yang Yesus ajukan dalam kotbah di bukit dapat dikategorikan ‘revolusioner.’ Tidak pernah cita-cita kasih ditempatkan sedemikian tinggi, dan menuntut sikap heroik dalam pelaksanaannya. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu … karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan” (Mat 7:13-14). Itulah mengapa Yesus meminta kita untuk berjuang keras agar ajaran-Nya terwujud. Di samping revolusioner, ajakan Yesus ini juga dapat disebut “perang saudara” di mana medan perangnya adalah hati kita, karena musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri.
2.Dalam Injil hari ini, Yesus juga memberikan kepada kita apa yang disebut Peraturan Emas: “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Kita cenderung mencintai diri sendiri ketika kita berhadapan dengan apa saja yang kita sukai dan menuntut orang lain mengikuti kemauan kita. Ini cara hidup yang dangkal dan picik. Yesus mendesak kita untuk mengganti egoisme tersebut dengan mengasihi orang lain, bahkan mengasihi musuh.
3.Rencana Allah sungguh mengagumkan. Rencana Allah tersebut melampaui pengertian kita, yaitu bahwa kita harus sempurna, tidak menurut kesempurnaan standard manusia, tetapi menurut kesempurnaan Allah. Panggilan kita adalah untuk menjadi seperti Allah. Mengapa demikian? Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dan Allah adalah kasih. Kodrat Allah adalah memberi diri sepenuhnya dan total tanpa memandang siapa pun manusia itu, entah agama apa, suku apa, bangsa apa. Semakin kita mengasihi dan tidak cinta diri, semakin sempurna sebagai ciptaan Allah. Jiwa yang demikian adalah jiwa yang berlimpah sukacita, dan, dan kegembiraan. “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan” (Mat 25:29). “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10).
🇮🇩MaSri🇮🇩
Kamis, 12 September 2019
*CITA-CITA YANG SANGAT TINGGI*
*BACAAN*
*Kol 3:12-17* – “Kenakanlah cinta kasih, tali pengikat kesempurnaan”
*Luk 6:27-38* – “Hendaknya kamu murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya”
*RENUNGAN*
1.Nilai-nilai yang Yesus ajukan dalam kotbah di bukit dapat dikategorikan ‘revolusioner.’ Tidak pernah cita-cita kasih ditempatkan sedemikian tinggi, dan menuntut sikap heroik dalam pelaksanaannya. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu … karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan” (Mat 7:13-14). Itulah mengapa Yesus meminta kita untuk berjuang keras agar ajaran-Nya terwujud. Di samping revolusioner, ajakan Yesus ini juga dapat disebut “perang saudara” di mana medan perangnya adalah hati kita, karena musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri.
2.Dalam Injil hari ini, Yesus juga memberikan kepada kita apa yang disebut Peraturan Emas: “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Kita cenderung mencintai diri sendiri ketika kita berhadapan dengan apa saja yang kita sukai dan menuntut orang lain mengikuti kemauan kita. Ini cara hidup yang dangkal dan picik. Yesus mendesak kita untuk mengganti egoisme tersebut dengan mengasihi orang lain, bahkan mengasihi musuh.
3.Rencana Allah sungguh mengagumkan. Rencana Allah tersebut melampaui pengertian kita, yaitu bahwa kita harus sempurna, tidak menurut kesempurnaan standard manusia, tetapi menurut kesempurnaan Allah. Panggilan kita adalah untuk menjadi seperti Allah. Mengapa demikian? Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dan Allah adalah kasih. Kodrat Allah adalah memberi diri sepenuhnya dan total tanpa memandang siapa pun manusia itu, entah agama apa, suku apa, bangsa apa. Semakin kita mengasihi dan tidak cinta diri, semakin sempurna sebagai ciptaan Allah. Jiwa yang demikian adalah jiwa yang berlimpah sukacita, dan, dan kegembiraan. “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan” (Mat 25:29). “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10).
🇮🇩MaSri🇮🇩
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar