Kamis, 12 September 2019
Nama Santa Perawan Maria yang Tersuci,
Sir. 24:17-22; MT. Luk. 1:46-48,49-50,51-54; Luk. 1:26-38.
Setelah kita merayakan Pesta Kelahiran Maria pada tanggal 8 September yang lalu, hari ini kita merayakan peringatan Nama Tersuci Santa Perawan Maria. Bacaan-bacaan yang disajikan kepada kita mungkin berbeda-beda. Ada yang bacaan harian: Luk 6,27-38. Ada pula yang bacaan khusus: Luk 1,26-38. Saya sendiri memilih yang kedua karena sangat membantu dalam merenungkan makna peringatan hari ini. Lukas, dalam Injilnya menyebut dengan jelas, siapa nama perawan yang dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia. "Nama perawan itu Maria" (Luk 1,27). Di mana letak kesucian nama itu? Kesucian Maria berasal dari 2 pihak, yakni dari pihak Allah dan dari pihak Maria sendiri. Dari pihak Allah, karena Allah sendirilah yang menyiapkan Maria untuk mengandung dan melahirkan Yesus (Luk 1,31) dengan terlebih dahulu memberinya rahmat dan penyertaan (Luk 1,28), serta mencurahkan Roh Kudus kepadanya (Luk 1,35). Dari pihak Maria, karena ia membuka diri untuk menerima dan melaksanakan kehendak Allah: Ia memberikan rahimnya sebagai bait suci, tempat Sang Putra Allah menjadi manusia. Selain itu, Maria juga menjadi suci karena selalu berdoa untuk kita yang setiap saat memohon kepadanya: "Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati", artinya sepanjang hidup kita.
Dari sini kita bisa belajar tentang bagaimana menjadikan nama kita juga suci. Nama kita bukanlah sekedar nama tetapi diri kita, pribadi kita. Sebagaimana terjadi dalam diri Maria, kita pun akan menjadi suci karena antara rahmat Allah dan usaha kita. Dari pihak Allah, jelas bahwa Ia selalu merahmati, menyertai, dan mencurahkan Roh Kudus-Nya. Dari pihak kita, inilah yang butuh perjuangan untuk melaksanakan kehendak-Nya, untuk menyediakan hati kita sebagai bait suci tempat Kristus selalu hadir.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar