Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 21 September 2019
Bacaan: Lukas 15:17 "Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan."
Renungan:
Di ruang praktik seorang dokter ada sebuah poster dengan tulisan: "Kesehatan yang baik sangatlah berharga. Tetapi, orang tak sedikit pun melihat atau mengakuinya, apalagi menghargai dan mensyukurinya. Orang baru menyadari betapa berharganya kesehatan ketika sakit."
Seperti itulah si bungsu dalam kisah anak yang hilang. Merasa di rumah bapanya tiada hal yang menyenangkan, ia memilih pergi. Setelah ia mengalami penderitaan di negeri yang jauh, barulah ia menyadari betapa membahagiakan rumah bapanya, "Lalu ia menyadari keadaannya." (Luk 15:17).
Si bungsu adalah kita. Tuhan menganugerahkan hal berharga yang berlimpah. Tetapi kita tidak menyadari, tidak mengakuinya dan tidak mensyukurinya. Kita baru mengakuinya dan menyadarinya betapa berharga semuanya itu ketika semua itu diambil dari kita. Ketika sakit, barulah kita menyadari betapa bernilainya kesehatan. Ketika berjauhan, barulah kita menyadari indahnya kebersamaan. Ketika terkucil, barulah kita melihat betapa berartinya orang lain. Ketika perselingkuhan menghancurkan keluarga, barulah kita mengakui betapa kesetiaan itu membahagiakan. Ketika peluang untuk mengasihi tidak ada lagi, barulah kita menyadari betapa berharganya kesempatan yang selama ini tersia-siakan. Alangkah bahagianya jika kita menyadari dan mensyukuri pemberian-Nya dari sekarang dan tidak menunggu keadaan seperti yang dialami si bungsu. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku mampu bersyukur atas setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Jangan biarkan aku mengeluh dan menggerutu atas semua berkatMu karena aku selalu merasa kurang. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar