Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 1 Oktober 2019
Bacaan: Matius 15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Renungan:
Abraham Lincoln, suatu ketika berada dalam situasi di mana ia ingin menyenangkan seorang politikus. Jadi ia mengeluarkan perintah untuk memindahkan resimen-resimen tertentu. Ketika Sekretaris Perang Edwin Stanton menerima perintah itu, ia menolak untuk melaksanakannya. Ia berkata bahwa presiden adalah orang yang bodoh. Ketika Lincoln diberitahu tentang tanggapan Stanton, ia menjawab, "Kalau Stanton berkata saya adalah orang bodoh, berarti saya pasti bodoh, karena dia selalu hampir benar. Saya akan menemui dia." Saat keduanya berbicara, sang presiden segera menyadari bahwa keputusannya merupakan kesalahan serius. Tanpa ragu-ragu ia menariknya kembali. Kerendahan hati dan sikap yang bisa menahan emosi seringkali merupakan kunci utama dalam penyelesaian konflik.
Bacaan di atas menceritakan tentang seorang wanita Kanaan yang datang kepada Yesus untuk meminta agar anaknya disembuhkan dari kerasukan setan. Namun Yesus malah menjawab bahwa ia hanya diutus untuk orang-orang Yahudi saja, bukan untuk bangsa Kanaan yang dikenal sebagai bangsa kafir. Bahkan Yesus mengumpamakan si wanita sebagai seekor anjing yang tidak layak menerima berkat dariNya. Bisakah kita bayangkan bagaimana perasaan wanita itu? Ia mungkin tersinggung dengan kata-kata Yesus, tapi ia menahannya. Bahkan dengan rendah hati menjawab bahwa berkat kesembuhan memang hanya untuk orang-orang Yahudi, tetapi dia percaya kalau mujizat itu berlaku juga bagi dirinya sekalipun hanya berupa remah-remahnya saja.
Seandainya Lincoln tidak bisa menahan kemarahannya, ia akan terjebak pada kesalahan fatal. Seandainya wanita itu tidak mampu mengendalikan dirinya, anaknya barangkali tidak akan sembuh. Mari kita belajar mengendalikan emosi agar tidak kehilangan banyak hal berarti. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, tambahkanlah kerendahan hatiMu dalam diriku, agar aku mampu menguasai diriku saat orang lain merendahkan diriku, sehingga aku tidak kehilangan berkat-berkatMu melalui sikap orang lain yang merendahkanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar