Kencan Dengan Tuhan
Senin, 16 September 2019
Bacaan: Kejadian 50:20 "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."
Renungan:
Christian Friedich Schon Bein, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, suatu hari sedang bereksperimen dengan pekerjaannya di dapur saat istrinya tidak ada di rumah, karena istrinya melarangnya bekerja di dapur. Tanpa sengaja ia menumpahkan cairan asam sulfur dan asam nitrat. Supaya tidak ketahuan ia segera mengelap dengan celemek yang terbuat dari katun lalu menggantung celemek itu di dekat perapian untuk mengeringkannya. Tidak diduga celemek itu meledak dengan dahsyat. Ledakan itu terjadi karena campuran cellulose mengalami reaksi kimia yang dinamakan nitrasi. Temuan itu kemudian dinamakan nitrocellulose, yakni bubuk mesiu yang tidak berasap. Dia kemudian memperbanyaknya lalu dijual sehingga mendapatkan banyak uang.
Kekeliruan dan kegagalan yang tidak disengaja seringkali mendatangkan manfaat yang tidak kita duga sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Yusuf. Yusuf diperlakukan semena-mena oleh saudaranya, dimasukkan ke dalam sumur, dijual dan diberitakan meninggal. Bagi kita hal itu mungkin sebuah kekeliruan yang fatal. Tetapi tidak bagi Yusuf. Yusuf sadar betul bahwa peristiwa itu adalah cara Tuhan menggenapi janjiNya yaitu menjadikan Yusuf pemimpin di Mesir.
Dalam perjalanan hidup kita, seringkali apa yang tidak kita harapkan terjadi begitu saja. Kita mungkin akan sedih, kecewa dan tidak dapat menerima kenyataan saat itu. Namun tahukah kita bahwa dalam kegagalan-kegagalan itu, Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan sesuatu yang baik yang mungkin tidak kita duga sebelumnya. Jadi tidak semua kegagalan itu buruk. Jika kita jeli dan dapat melihat dari kacamata Tuhan, maka kegagalan dan masalah itu justru menjadi titik balik bagi kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, jangan biarkan kegagalan menghancurkan hidupku, tapi ubahlah cara berpikirku sehingga dalam setiap kegagalanku aku menguban cara pandangku menjadi cara pandangMu sendiri, sehingga aku dapat menemukan mutiara yang indah dalam setiap kegagalanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar