Selasa, 24 September 2019

Rabu, 25 September 2019
Pekan Biasa XXV
Ezr. 9:5-9; MT Tob. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6. 

Pada zaman Yesus, setidaknya ada tiga gerakan keagamaan yang berusaha melakukan pembaruan hidup melalui pewartaan mereka. Ketiga kelompok tersebut adalah kaum Eseni, Farisi, dan Zelot. Mereka mencari cara baru untuk hidup bersama dalam komunitas dan memiliki utusan-utusan untuk menyebarluaskan ajaran dan cara hidup mereka (lih. Mat 23,15). Ketika pergi bermisi, mereka membawa tongkat dan kantong makanan sendiri. Mengapa? Supaya mereka terhindar dari makanan yang najis, yang mungkin akan disuguhkan oleh orang-orang yang menerima mereka.
Hal ini berbeda dengan yang dibuat oleh Yesus. Ketika mengutus keduabelas murid-Nya, Ia justru melarang mereka untuk membawa tongkat dan bekal makanan. Selain untuk menanamkan dalam diri mereka bahwa mereka harus percaya dan mengandalkan diri pada Tuhan, dengan larangan ini, Yesus mengajak mereka untuk sungguh-sungguh masuk dalam komunitas tempat mereka diutus, termasuk makan makanan yang sama. Bagi Yesus, tidak ada makanan yang najis dan menajiskan (Mat 15,11). Dengan makan makanan yang sama, para murid tidak menempatkan diri terpisah dengan orang-orang yang menerima mereka. Sebaliknya, mereka justru menjalin persekutuan yang erat dengan mereka. Para murid sungguh-sungguh menjadi bagian dari mereka tanpa kehilangan kesucian karena dinajiskan oleh makanan yang mereka santap. Lebih dari itu, melalui perutusan para murid ini, Yesus membuka jalan baru pada kemurnian dan kesucian: bukan dengan menghindari makanan yang menajiskan dan memisahkan diri dari kelompok lain, tetapi dengan membebaskan diri dari belenggu roh jahat. Itulah makanya, para murid diberi kuasa untuk "menguasai setan-setan dan menyembuhkan penyakit-penyakit".
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar