Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *06 September 2019*
Kol 1:15-20
Mzm 100:2-5
Luk 5:33-39
*BERPUASA*
_Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa. -- Luk 5:36_
Berpuasa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Tetapi akan jauh lebih baik jika puasa kita disertai dengan doa. Itulah yang membedakan berpuasa dari diet.
Seorang sahabat karib saya pernah menyatakan bahwa rasa lapar yang muncul setiap ia berpuasa seolah menjadi alarm yang mengingatkannya untuk berdoa. Melawan rasa lapar juga menjadi sarana pelatihan bagi kita untuk mengendalikan diri dan disiplin diri.
Saat kita berpuasa, tentu kita tidak mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa kita sedang berpuasa, bukan? Dan seperti yang juga kita baca dalam Alkitab, dikatakan bahwa ketika kita berpuasa tidak perlu diketahui oleh orang lain. Dengan kata lain, tidak ada yang tahu saat kita berpuasa. Kita bisa saja melanggar waktu puasa kita tanpa diketahui siapapun. Bisa saja kita memutuskan untuk makan kapanpun kita mau. Toh, tak ada yang tahu. Tetapi justru di situlah kita belajar disiplin diri dan mengendalikan diri sendiri.
Jika kita berpuasa, itu bukan soal makan dan minum saja. Puasa juga membantu kita untuk memangkas kesenangan kedagingan kita, sebaliknya puasa mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan Tuhan. Jika kita rutin berpuasa, kehidupan rohani kita juga terbentuk. Dan hal ini akan sangat membantu kita untuk senantiasa hidup dalam kekudusan yang Tuhan inginkan. (Jc)
_Apakah saya sudah melakukan puasa dengan benar?_
_Apa motivasi saya dalam berpuasa?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar