Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *13 September 2019*
*St. Yohanes Krisostomus*
1Tim 1:1-2,12-14
Mzm 16:1,2a,5,7-8,11
Luk 6:39-42
*ORANG BUTA*
_Dapatkah orang buta menuntun orang buta? -- Luk 6:39_
Beberapa kali saya mencoba membantu orang buta yang lewat di depan toko saya. Sebetulnya, kalaupun saya tidak membantunya, ia tetap dapat melewati trotoar depan toko dengan baik, hanya saja lebih lama. Dan saya berpikir, saya dapat membantunya karena saya dapat melihat dengan baik. Tetapi belakangan ini saya tidak melihatnya lagi.
Dalam masa orientasi zaman masih studi dulu, saya pernah mengalami mata ditutup dan harus berjalan dalam kegelapan. Saya harus menggunakan kaki untuk menemukan jalan yang benar agar langkah saya tidak terantuk ataupun masuk ke dalam lubang. Hal itu sungguh menyiksa. Apalagi jika harus menuntun orang lain dengan kondisi yang sama.
Tanpa kita sadari, kita mungkin banyak memberi nasehat kepada orang lain. Kita mengajari mereka untuk melewati persoalan yang mereka hadapi. Tetapi apakah kita yakin bahwa diri kita bukan orang buta? Apakah kita yakin bahwa kita dapat melihat jalan yang ada di depan?
Berbicara adalah hal yang sangat mudah, tetapi melakukan adalah bagian tersulit. Memberi nasehat sangat mudah, tetapi mau ikut merasakan dan menanggung penderitaan orang lain sangat sulit. Lebih baik sedikit bicara, tetapi banyak bertindak membantu orang yang sedang mengalami kesulitan. Mereka lebih membutuhkan kehadiran kita daripada perkataan kita. Dan yang terpenting, jangan sampai kita menuntun orang lain masuk lubang karena kebodohan dan kebutaan saya. (An)
_Sudahkah saya berjalan sesuai dengan firman dan kehendak-Nya?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar