Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Senin,_ *02 September 2019*
1Tes 4:13-17a
Mzm 96:1,3-5,11-13
Luk 4:16-30
*FAMILY*
_....sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. -- Luk 4:24_
Tanpa disadari, acapkali kita menyakiti perasaan orang terdekat dengan mengekspos sisi negatif mereka seolah tak ada sisi positif dalam diri mereka. Kita berkata layaknya diri kita yang paling benar dan paling baik. Tetapi herannya, kita bisa bersikap manis kepada orang-orang yang tidak dekat seperti terkesan "mencari muka" untuk mendapatkan _image_ yang baik di mata orang lain.
Bacaan hari ini sungguh menyadarkan saya, seperti halnya perkataan Yesus bahwa seorang nabi tidak dihargai di tempat asalnya, kitapun juga berbuat hal yang sama. Entah disengaja atau tidak, selama ini kita hidup tanpa menghargai keberadaan orang yang ada di dekat saya -- pasangan, keluarga -- baik lewat perkataan maupun sikap.
Betapa seringnya kita asik dengan _handphone_ ketika mereka mengajak kita mengobrol, atau berkata kasar kepada mereka ketika kita merasa lelah dengan rutinitas kita, atau menyebutkan kelemahan mereka berualang kali. Kita menuntut orang lain untuk menjadi sempurna. Kita lupa bahwa diri kitapun tidak sempurna.
Hari ini, saya diingatkan kembali untuk belajar menghargai orang-orang terdekat lewat perkataan maupun sikap saya. Hari ini, saya bersyukur untuk keluarga yang Tuhan beri. Hari ini, saya berdoa agar saya dapat merespon dengan baik atas kasih dan perhatian yang mereka berikan. (Cr)
_Bapa, ampuni jika selama ini saya tidak menghargai dan mensyukuri keluarga yang begitu mencintai saya._
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar