Minggu, 29 September 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Senin,_ *30 September 2019*

*St. Hieronimus*

Za 8:1-8
Mzm 102: 16-21,29,22-23
Luk 9:46-50

*HATI ANAK KECIL*

_Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.  -- Luk 9:48_

Membesarkan anak merupakan hal yang cukup menantang bagi saya. Bukan karena saya tidak mau repot, melainkan karena saya dibesarkan tanpa diajari ilmu tentang _parenting,_ sehingga saya harus belajar dan mempraktekkannya sendiri. Mereka yang ikut aktif membesarkan adik mereka, pasti lebih mengerti tentang perkembangan seorang anak.

Dalam mendidik anak, saya menemukan perbedaan yang sangat jauh antara orang dewasa dengan anak kecil. Anak kecil itu polos, rendah hati, mudah diajari sesuatu, dan sangat tergantung kepada  orang tuanya. Anak kecil suka disayang. Tak heran jika Yesus mengambil seorang anak sebagai teladan.

Yesus sendiri pernah melewati proses sebagai seorang anak, sehingga Ia tahu betul seorang anak itu seperti apa. Ia sering mengatakan agar kita menjadi seperti anak kecil, yang artinya Yesus meminta kita untuk bersikap rendah hati seperti seorang anak kecil, yang selalu bisa diajari, diingatkan, tidak sombong, dan selalu bergantung kepada Bapa.

Orang dewasa yang sudah mandiri secara otomatis tidak lagi bergantung kepada orang tuanya. Seperti itulah diri kita yang tidak lagi bergantung kepada Bapa, bebal dan tidak bisa diajari, merasa diri paling benar, tidak bisa ditegur, dan sombong. Karena itulah Yesus meminta kita meneladani hati anak kecil dan merefleksikannya dalam hidup kita. (Aw)

_Apakah hidup saya sungguh bergantung kepada Bapa sepenuhnya?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar