Sabtu, 28 September 2019

#renungan

*KEPEDULIAN*

Minggu 29 Sep 2019

_`Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita` (Luk 16:25)_

Perjanjian Lama menggambarkan Allah sebagai pencipta dan pemberi segala sesuatu. Semua pemberian Allah (bdk. Kej 1:31). Kitab Suci menggambarkan kekayaan sebagai hasil dari usaha yang diberkati (bdk. Ams 10:22) atau usaha serius dari seseorang (bdk. Ams 10:4). Di lain pihak, juga disebutkan bahwa kekayaan material bukanlah sesuatu yang kekal, bukan pula kemuliaan, tetapi sesuatu yang diciptakan Allah dan berasal dari Allah.

Penggunaan kekayaan tanpa cintakasih kepada sesama tentu merupakan sebuah kekeliruan. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Tuhan kepada mereka yang menjadi penikmat kekayaan, yaitu hidup dalam kemewahan, tanpa memedulikan rakyatnya atau sesama. Mereka yang hidup dengan cara demikian akan memetik hukuman (bdk. Am 16:1a.4-7). Tidaklah mengherankan peristiwa yang menimpa orang kaya dalam Injil Lukas. Setelah meninggal, ia mengalami kesengsaraan abadi. Keadaan itu dialaminya tidak karena ia kaya, tetapi karena memakai kekayaannya secara egois, tanpa mempedulikan orang lain.

Untuk itu, kita perlu belajar menggunakan kekayaan secara benar. Sikap pembelajaran ini dapat dilakukan dengan mendengarkan Sabda Allah dan Ajaran Gereja. Di dalamnya orang memperoleh petunjuk untuk berperilaku secara baik terhadap harta yang dimilikinya.

*_Rm. Hubertus Maria, CSE_*

Minggu 29 Sep 2019
Hari Minggu Biasa XXVI
Am 6:1.4-7; Mzm 146:7-10 .1Tim 6:11-16; Luk 16:19-31

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar