#renungan
*MENJADI PEWARTA KASIH*
Rabu 18 Sep 2019
_`Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya` (Rm 1:5)_
Sebagai pengikut Kristus, yang sering kurang kita sadari adalah tugas perutusan kita sebagai `rasul`. Banyak orang berpikir tugas perutusan sebagai rasul berarti menjadi romo, suster, frater, atau bergabung dalam suatu komunitas doa dengan melakukan pelayanan-pelayanan yang besar.
Menjadi selibater, kaum religius atau bergabung dalam suatu komunitas doa itu baik, namun yang perlu disadari adalah kita bisa menjadi `rasul` di mana pun kita berada dengan status hidup kita masing-masing. Menjadi `rasul` berarti menjadi pewarta kasih Allah, baik dengan sikap maupun perbuatan kita sehari-hari.
Sebagai contoh: seorang guru bisa mewartakan kasih Allah dengan mendidik murid-muridnya dengan penuh kasih, mengajak mereka untuk berdoa terlebih dahulu sebelum belajar. Contoh yang lain: seorang ayah menjadi `rasul` dalam keluarganya dengan menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab, mengajarkan iman akan Kristus dalam keluarganya, dsb.
Bagaimana dengan kita sendiri, sudahkah kita menjadi `rasul` di mana kita berada saat ini? Beranikah kita menerima tugas kita yang mulia ini?
Ya, Yesus, berikanlah aku rahmat agar kehadiranku bisa membawa sukacita bagi sesama.
*_Shinta_*
Rabu 18 Sep 2019
Pfak S. Kalistus I, Paus dan Martir
Rm 1:1-7; Mzm 98: 1-4; Luk 11:29-32
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar