Sabda Kasih: JANGANLAH BERPRASANGKA BURUK!
Jumat, 6 September 2019
Lukas 5:33-39
Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, “murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembayang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
Berprasangka buruk kadang terjadi dalam relasi berkeluarga. Suami berprasangka buruk pada istrinya hanya karena terlambat pulang ke rumah. Istri berprasangka buruk kepada suami karena sering berchat di media sosial. Sesama saudara saling berprasangka buruk untuk mencari siapa anak yang paling dikasihi oleh orangtua. Prasangka buruk ini pun merambat pada relasi sosial yang lebih luas. Berprasangka buruk pada tetangga karena usaha mereka menjadi maju atau karena kesuksesan tertentu. Prasangka buruk biasanya hadir karena kita tidak memahami situasi dan latar belakang seseorang. Karenanya, agar tidak terjebak pada prasangka salah dan buruk, kita mesti memahami situasi dan latar belakang orang yang kita jumpai.
Pada bacaan injil hari ini, kita merenungkan bagaimana Tuhan Yesus melawan prasangka buruk dari orang-orang Farisi dan ahi-ahli Taurat. Mereka berprasangka kalau Tuhan Yesus sudah melanggar taurat karena tidak berpuasa. Prasangka buruk mereka terlahir karena mereka tidak memahami identitas, tujuan kehadiran dan keberadaan Tuhan Yesus. Keberadaan Tuhan Yesus melampaui hukum manusiawi dan Dia adalah standar utama hukum tersebut. Jadi, kalau para ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengerti dan menerima kehadiran dan keberadaan Tuhan Yesus dengan penuh iman, prasangka buruk mereka bisa terhindarkan.
Saudara/I, marilah kita menghancurkan prasangka buruk kita pada orang lain agar kita mempunyai hati yang damai dan relasi sosial kita pun menjadi baik. (*saotilayad)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar