Jumat, 06 September 2019

Sabda Kasih: KASIH ADALAH DASAR CARA HIDUP KITA!
Sabtu, 7 September 2019
Lukas 6:1-5
Dan Yesus berkata lagi, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Saya begitu terkejut dengan kisah tentang salah seorang anggota keluarga kami. Salah seorang keponakannya berutang. Persoalannya, dia masih duduk di bangku SMA dan utangnya cukup besar. Orangtua menjadi tumpuan akhir agar utangnya bisa dibayar. Orangtuanya begitu marah dan seolah tidak peduli dengan persoalannya. Karena itu, sang anak mendesak sambil memberi ancaman kalau utangnya tidak dibayar, dia akan menghabisi nyawanya sendiri. Keluarga ini terjebak pada persoalan dan menghadapi persoalan itu dengan kekerasan hati mereka.

Pada bacaan injil hari ini, kita merenungkan tentang makna kehadiran Tuhan Yesus di tengah kita. Dalam kisah injil, Yesus menjelaskan tentang hubungan keberadaan-Nya dan makna berpuasa. Berpuasa adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Berpuasa tidak boleh membuat kita menjadi pribadi yang keras hati, yang fundamentalist terhadap aturan tertulis dan mengabaikan kemanusiaan. Aturan seperti berpuasa menjadikan kita sebagai yang lembut hati. Kelembutan hati itu nampak saat menyadari aturan sebagai pendukung hidup kita dan bukannya penghancur hidup. Agar kita mempunyai hati yang lembut, kita diminta untuk menempatkan kasih Tuhan di dalam diri kita. Sumber kasih adalah Tuhan.

Saudara/I, semoga aturan dan cara hidup kita tidak membuat pribadi kita sebagai yang berkeras hati, tetapi berhati lembut dan penuh kasih Tuhan. (*saotilayad)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar