SABDA KASIH:
KITA TELAH DIURAPI!
Senin, 2 September 2019
Lukas 4:16-30
“Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan Aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang kuat, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan tahun rahmat TUHAN telah datang.”
Sejauh mana kita bertanggung jawab atas setiap sakramen yang telah kita terima? Contohnya, sakramen permandian. Lewat sakramen permandian kita diurapi menjadi anak-anak Tuhan. Lewat pengurapan itu kita mesti berlaku sebagai anak dan orang Tuhan. Rupa anak Tuhan hadir saat kita bertanggung jawab menghidupi hidup iman kita. Contohnya, kita berdoa bukan saja saat kita membutuhkan sesuatu. Tetapi berdoa mesti menjadi bagian dari hidup harian kita. Meminjam nasihat Matthew Kelly dalam bukunya, Rediscover Catholicism, kita diundang untuk memberikan 10 menit sehari untuk berdoa. Sepuluh menit setiap hari bersama Tuhan meski kita tidak punya permohanan khusus. Ini adalah salah satu tanggung jawab kita sebagai yang diurapi Tuhan.
Pada bacaan injil hari ini, kita merenungkan tentang kotbah Tuhan Yesus di hadapan orang-orang sekampungnya di Nazaret. Tuhan Yesus menyampaikan jika Dia adalah Yang diurapi (Kristus). Sebagai yang diurapi, Tuhan Yesus diutus untuk menyelamatkan kita umat manusia. Sebagai yang diurapi, Tuhan Yesus hadir untuk mewartakan Kasih Tuhan. Lewat aneka sakramen, terlebih khusus sakramen permandian, kita diurapi untuk menolong sesama kita dan mewartakan Sabda Kasih Tuhan. Karenanya, kita mesti menunjukkan diri sebagai yang diurapi Tuhan lewat cara hidup harian kita.
Saudara/I, marilah kita menjadi orang-orang yang diurapi yang bertanggung jawab melakukan Kasih Tuhan dan mewartakan Sabda Kasih Tuhan. (*saotilayad)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar