Sabtu, 14 September 2019
Pesta Salib Suci
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17.
Hari ini kita merayakan Pesta Salib Suci. Sebuah Pesta yang menurut salah satu tradisi - ada beberapa tradisi berbeda tentang lahirnya pesta ini - lahir dari sebuah kesadaran akan perlunya sebuah perayaan akan salib Kristus dengan suasana yang berbeda dengan Jumat Agung. Kita semua tahu bahwa pada Jumat Agung kita merayakan Kristus yang memanggul salib, disalibkan, dan wafat di atas salib. Salib dihadirkan sebagai simbol penderitaan dan kematian. Sementara hari ini, kita diajak untuk melihat salib dan penderitaan serta kematian Kristus yang sama, namun dalam persepektif berbeda. Kita berfokus bukan pada penderitaan, tetapi pada peninggian Kristus di salib, pada kemuliaan salib. Sesungguhnya, bukan salib yang memberi kemuliaan pada Kristus, tetapi Kristuslah yang memberi kemuliaan pada salib. Sebab, Ia berkenan menggunakannya sebagai sarana penebusan, sarana untuk melaksanakan kehendak Bapa dan untuk menyerahkan diri kepada-Nya, sarana untuk menyatakan cinta-Nya kepada umat manusia, sarana untuk merentangkan tangan-Nya guna merengkuh kita dalam pelukan kasih-Nya. Dengan demikian, merayakan Pesta Salib Suci berarti merayakan cinta kasih Allah yang telah “mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3,16). Dengan perayaan ini, kita pun diundang untuk memuliakan salib dengan cara memuliakan cinta kasih Allah yang tiada batasnya itu. Cinta kasih Allah itu kita muliakan, misalnya saat kita melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan penuh kasih, saat kita melayani dengan penuh sukacita, saat kita menanggung derita dan kesulitan dengan penuh pengharapan, saat kita menandai diri kita dengan tanda salib penuh penghayatan, dll.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar