Jumat, 20 September 2019

*SABTU, 21 SEPTEMBER 2019*

Bacaan Liturgi 21 September 2019

Bacaan Injil
Mat 9:9-13

Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari,
Yesus melihat seorang yang bernama Matius
duduk di rumah cukai.
Yesus berkata kepadanya, "Ikutlah Aku!"
Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia.

Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius,
datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa,
makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi
kepada murid-murid Yesus,
"Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Yesus mendengarnya dan berkata,
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,
melainkan orang sakit.
Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini:
Yang Kukehendaki ialah belas-kasihan dan bukan persembahan,
karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa."

Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                 Sabtu, 21 September 2019                                                                                                                    RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Tuhan Membutuhkan Kita!*                                                                                           Matius 9: 9-13

Saudara-saudari... Hari ini kita merayakan pesta St. Matius, Rasul dan penulis Injil Kristus. Dia adalah mantan pemungut pajak. Di mata orang Farisi dan ahli Taurat, ia adalah pendosa, karena bekerja membantu pemerintahan Roma memungut pajak dari masyarakat Yahudi lalu diserahkan kepada Kaiser Roma, dan sebagian dari pajak itu dipersembahkan kepada Dewa Dewa orang Roma. Menurut orang Farisi dan ahli Taurat bekerja mendukung para penyembah berhala adalah tidak halal, dan itu adalah dosa. Selain itu, Matius sering tidak jujur dalam menjalankan tugasnya. Ia sering memungut pajak lebih dari yang ditentukan. Perbuatan tidak jujur adalah dosa.

Tetapi hari ini, Yesus memanggil Matius untuk mengikuti-Nya. Matius tanpa berpikir panjang, mengikuti Yesus. Rupanya Matius sudah pernah mendengar ceritera tentang Yesus. Mungkin juga ia sudah punya kerinduan untuk bercakap-cakap dengan Yesus. Sekarang, sebagai tanggapan atas pnggilan Yesus, dia bangun berdiri dan mengikuti Yesus. Injil tidak menjelaskan, siapa yang mengajak Yesus ke Rumah Matius, apakah Matius atau Yesus sendiri yang menawarkan diri-nya untuk pergi ke rumah Matius? Tetapi yang menarik adalah Matius mengadakan perjamuan untuk Yesus bersama pemungut cukai yang lain di rumahnya. Apakah perjamuan itu adalah sebagai satu ungkapan syukur dan terima kasih Matius kepada Yesus? Yang pasti adalah bahwa panggilan Matius oleh Yesus itu merupakan satu panggilan keselamatan yang mendatangkan kebahagiaan bagi Matius dan keluarganya; satu panggilan menuju satu kehidupan baru dan profesi baru. Sejak saat itu, Matius tidak  lagi sebagai pemungut cukai, melainkan pengikut Yesus Kristus, yang kemudian menjadi penulis Injil Kristus.

Saudara-saudari... Tuhan dengan caranya memanggil kita agar kita diselamatkan dan alami kebahagiaan. Apapun bentuk dan cara hidup kita sebelumnya, tetapi kalau Tuhan sangat membutuhkan kita, Ia akan memanggil kita untuk menjalankan karya keselamatan-Nya. Tuhan selalu punya kuasa untuk merobah cara hidup kita: dari buruk ke baik; dari dosa ke suci. Tetapi kuncinya ada pada manusia, yaitu ia harus mendengarkan panggilan itu dan menjalankannya dengan setia dan penuh tanggungjawab. Betapa sering terjadi, ada orang yang merasa dipanggil, tetapi karena ia selalu memikirkan apa yang dibuatnya pada masa lampau, maka ia menolak panggilan itu dan mengganggap diri sangat tidak layak untuk mengikuti panggilan Tuhan. Kadang kita lupa, bahwa Tuhan punya kuasa merubah cara hidup manusia. Kitab suci sudah menceriterakan begitu banyak kisah-nyata, bagaimana Tuhan memanfaatkan mereka yang menganggap diri tidak layak, tetapi Tuhan menggunakannya untuk menjadi pengikut-Nya.
Matius dalam kisah Injil hari ini adalah satu dari begitu banyak ceritera dalam Kitab Suci. Dia yang dianggap pendosa, tetapi dipanggil Tuhan untuk mengikuti-Nya. Tuhan memanggil kita bukan karena kita suci, tetapi karena Dia mencintai kita dan mau bekerja lewat kita. Dialah yang memilih kita. Sebagai pemilih, pasti Dia sangat tahu lebih baik akan kemampuan kita.

Marilah saudara-saudari ... Tuhan sangat membutuhkan bantuan kita. Berilah diri kita kepada-Nya, dan biarkanlah diri kita dipakai-Nya, agar lewat kita, Dia bisa meneruskan karya keselamatannya di dunia ini.

Bersama Bunda Maria dan St Matius, kita berdoa: Tuhan gerakkanlah hati dan pikiran kami untuk selalu siap mendengarkan panggilanMu dan memberi diri untuk bekerja bersama-Mu. Dalam nama Kristus, kami berdoa. Amen!

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar