Jumat, 27 September 2019

Sabtu, 28 September 2019
Pekan Biasa XXV
Za. 2:1-5,10-11a; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45.

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara untuk kedua kalinya tentang penderitaan yang akan dialami-Nya. "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Para murid belum mengerti karena pikiran mereka dipenuhi dengan gambaran dan mimpi tentang Mesias yang penuh kemuliaan dan kemenangan. Bukan Mesias yang harus menderita sengsara, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Oleh karena itu, mereka tidak siap, ketika Yesus berbicara tentang penderitaan yang akan dan harus dialami-Nya. Apalagi, Yesus berbicara pada saat semua orang takjub dan kagum akan apa yang diajarkan dan dibuat oleh Yesus.
Dalam pengalaman hidup kita, kadang atau sering kita juga menerima "kejutan-kejutan" dari Tuhan. Entah berupa hal baik, seperti keberhasilan, kesembuhan, terbebas dari bahaya, terkabulnya doa untuk sesuatu yang mustahil; entah berupa hal buruk, seperti sakit, gagal, kehilangan, dll. Kategori baik dan buruk di sini, tentu saja sebatas kesan spontan kita, sebab semua yang diberikan Tuhan kepada kita pasti sesuatu yang baik. Namun, seringkali tidak mudah dan tidak langsung kita bisa menangkap sisi baiknya pada hal-hal "buruk" yang diberikan Tuhan kepada kita. Nah, ketika Tuhan memberikan "kejutan-kejutan" semacam itu, bagaimana reaksi kita? Apakah iman kita menjadi goyah atau justru semakin dikuatkan baik dalam iman maupun pengharapan? Apakah gambaran kita akan Tuhan yang mahabaik tetap atau berubah?

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar