Senin, 09 September 2019

Selasa, 10 September 2019
Pekan Biasa XXIII
Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19.

Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul

Injil hari ini berbicara tentang 2 peristiwa: pemilihan 12 rasul (Luk 6,12-16) dan berkerumunnya banyak orang untuk medengarkan Yesus dan disembuhkan oleh-Nya (Luk 6,17-19). Kita fokuskan permenungan kita pada pemilihan 12 rasul. Mereka yang dipilih secara khusus oleh Yesus ini disebut rasul. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata rasul sebagai "murid Nabi Isa yang mula-mula menyiarkan agara Kristen". Tidak salah, sebab makna dasar kata "rasul", yang merupakan terjemahan dari kata latin "apostolus" (Yunaninya: ἀπόστολος) adalah utusan atau seseorang yang diutus. Mereka memang diutus oleh Yesus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Namun sebelum diutus, mereka dipersiapkan dulu. Itulah makanya, Yesus memanggil mereka pada awal karya-Nya. Mereka disebut ἀπόστολος (= rasul). Kata ἀπόστολος ini berasal dari dua kata ἀπο- (apo), yang punya banyak arti, antara lain "setelah, oleh, dengan" dan  στέλλω (stelo), yang arti pertamanya adalah menyiapkan. Maka, sebutan ἀπόστολος (= rasul) sebenarnya menunjuk pada mereka yang telah dipersiapkan untuk suatu tugas atau misi tertentu. Dalam hal ini, ke-12 murid yang dipilih oleh Yesus, dan disebut rasul (ἀπόστολος) ini, dipersiapkan secara khusus dengan cara tinggal bersama Yesus. Sebelum diutus, mereka mesti tinggal bersama dengan Yesus agar bisa melihat, megalami, merasakan, dan mendengarkan secara langsung apa yang dibuat dan diajarkan oleh Yesus. Penginjil Markus mengatakan hal ini secara eksplisit: "Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil" (Mrk 3,14). Jadi, para rasul pertama-tama dipanggil untuk menyertai Yesus (tinggal bersama-Nya), dan baru kemudian diutus-Nya.
Yang pertama ini, yakni menyertai dan tinggal bersama Yesus, seringkali mudah kita lupakan dalam karya-karya pelayanan kita. Seringkali kita terlalu sibuk dan bersemangat dalam pelayanan, tetapi lupa untuk tinggal bersama Yesus dalam doa dan keheningan. Padahal, hal ini sangat penting untuk setiap karya kerasulan kita. Kita hanya akan mampu menjalankan perutusan dan pelayanan dengan baik, kalau kita sungguh-sungguh mempersiapkan diri dengan baik, yakni dengan tinggal bersama Yesus.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar