Senin, 02 September 2019

Selasa, 3 September 2019
Pekan Biasa XXII

1Kor. 2:10b-16;
Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14;
Luk. 4:31-37. 

Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

Setelah kembali ke Nazareth dan penyampaikan program-Nya, namun orang-orang di Nazaret menolak-Nya (Injil kemarin), Yesus pergi ke Kapernaum. Mateus dengan jelas menyebut bahwa kemudian tinggal di sana (Mat 4,13-14). Pilihan Yesus untuk tinggal di Kapernaum, selain untuk menggenapi nubuat Nabi Yesaya (Mat 4,15-16), juga merupakan strategi. Kapernaum adalah sebuah kota kecil namun merupakan titik temu dari dua jalan utama dan penting: yang pertama, dari Asia Kecil ke Petra selatan (daerah TransYordan) dan yang kedua dari daerah sungai Tigris dan Eufrat turun ke Mesir. Dengan demikian, Kapernaum merupakan titik pertemuan banyak orang dari berbagai wilayah. Hal ini tentunya membuat Yesus semakin mudah untuk berjumpa dengan banyak orang. Kabar gembira keselamatan, yang sebelumnya ditolak oleh orang-orang Nazaret, kini dengan mudah diwartakan kepada banyak orang.

Pada zaman sekarang, pewartaan dan kesaksian iman kita juga membutuhkan strategi, termasuk pilihan tempat. Rasanya tidak cukup kita hanya mengandalkan mimbar Gereja. Puji syukur, banyak imam dan umat, sekarang sudah menggunakan media sosial (facebook, instragram, WA, youtube, dll) sebagai tempat untuk mewartakan kabar gembira keselamatan. Semoga, seperti Yesus, tidak hanya pilihan tempatnya saja yang stretegis, tetapi juga isi dan caranya semakin berkualitas. Yesus dikagumi banyak orang, bukan hanya karena isi pengajaran-Nya tetapi juga cara mengajar-Nya, yakni sebagai orang yang "penuh kuasa". Mari kita cari dan temukan bersama, apa artinya mewartakan kabar gembira dengan "penuh kuasa" itu bagi kita, pada zaman kita, dan sesuai dengan konteks kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar