Minggu, 22 September 2019

*SENIN, 23 SEPTEMBER 2019*

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXV
PW S. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam

Bacaan Injil
Luk 8:16-18

Pelita ditempatkan di atas kaki dian,
supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Tidak ada orang yang menyalakan pelita
lalu menutupinya dengan tempayan
atau menempatkannya di bawah tempat tidur;
tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian,
supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan,
dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar.
Karena barangsiapa sudah punya akan diberi,
tetapi barangsiapa tidak punya,
apa pun yang dianggap ada padanya akan diambil."

Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                    Senin, 23 September 2019                                                                                                                RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Jadilah Terang Bagi Diri Dan Sesama!*                                                                                           Lukas 8:16-18

Saudara-saudari… Kita semua sudah alami betapa pentingnya terang di saat kita berada di dalam kegelapan. Apalagi kalau kita lagi mengerjakan sesuatu yang sangat membutuhkan terang.

Dalam acara menerima Sakramen Permandian, di sana ada acara penyerahan Lilin Bernyala. Lilin kecil kita dinyalakan pada Lilin Paska Kristus. Pada waktu itu, imam yang mempermandikan kita berkata: “Kini saudara telah bersatu dengan Kristus, cahaya dunia. Maka saudara harus hidup sebagai putera cahaya dan menghayati iman dengan setia, sehingga pada saat Tuhan datang, saudara dapat menyongsong Dia bersama semua orang kudus dalam istana Bapa di surga.” 
Sebagai orang Kristen, kita harus selalu sadar bahwa kita sudah bersatu dengan Kristus yang adalah cahaya dunia. Cahaya Kristus yang sudah bernyala dalam diri kita harus kita pancarkan kepada sesama kita di mana saja kita berada. Lilin Kristus yang sudah menyala dalam diri kita harus selalu kita jaga dan perhatikan minyaknya. Jangan biarkan minyaknya habis. Selain itu, kita juga harus selalu ingat bahwa lilin bercahaya ini kita butuhkan dalam rangka menyambut Kristus sewaktu Dia datang kembali. Biarkanlah ia bernyala terus sehingga di saat Kristus datang kita boleh berjalan bersama Dia ke tempat perjamuan, seperti 5 perempuan yang bijaksana itu. 

Pertanyaan untuk kita, apakah kita selalu sadar bahwa kita adalalah terang dunia, terang bagi sesama kita? Sebagai terang Kristus, apa saja yang harus kita buat untuk sesama kita?

Seorang ibu datang kepada seorang pastor meminta bimbingan karena merasa tidak tahu lagi bagaimana membantu anak Nona yang masih duduk di kelas 1 SMP. Pada saat SD anak Nona ini begitu rajin belajar, Dia rangking 2, kadang turun ke urutan ketiga. Tetapi sewaktu SMP nilainya sangat turun. Anak Nona jarang terbuka dengan ibunya. Beberapa kali ibu mengajak anak Nonanya untuk ngomong secara terbuka, tetapi anak tetap diam. Dia lebih senang bermain game dan nonton film kartoon. Karena kehilangan akal, sang ibu datang mendekati seorang Pastor. Sang Pastor meminta kalau boleh bertemu langsung dengan si Nona. Si Nona setuju. Dia datang bertemu pastor. Dari percakapan antara pastor dan anak Nona, ternyata ada salah paham yang sangat luar biasa antara ibu dan Nona. Sesudah keduanya dipertemukan oleh Pastor, dan keduanya saling terbuka: membuka pengalaman suka-duka mereka, maka terjadilah saling pengertian. Dari hasil percakapan antara keduanya, yang dipandu oleh sang pastor, maka keduanya saling memaafkan. Acara perdamaian terjadi. Sesudahnya, si Nona berjanji untuk lebih focus dalam belajar dan akan selalu bekerjasama dengan ibu. Demikian pula sang ibu, berjanji untuk control diri dan tidak menggunakan kata-kata buruk untuk anak-anaknya. Pastor sudah menjadi terang bagi ibu dan anak Nona.

Marilah saudara-saudari…jadilah cahaya bagi diri dan sesama lewat wujud-nyatakan nilai-nilai Injil yang sudah diajarkan Kristus dalam hidup kita. Janganlah tutup cahaya itu atau letakkan di bawa tempat tidur.

Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan, pancarkanlah selalu cahaya-Mu kepada kami, dan semoga pancaran cahaya-Mu itu dapat kami pantulkan kepada orang lain, sehingga mereka pun boleh menerima cahaya-Mu.  Dalam nama Kristus kami berdoa. Amen!

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar