Minggu, 01 September 2019

Senin Kliwon, 2 September 2019

*JESUS, I TRUST IN YOU*

*BACAAN*
*1Tes 4:13-17a* – “Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus”
*Luk 4:16-30* – “Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin“

*RENUNGAN*
1.Ketika kita mendengarkan pewartaan atau khotbah, sering kali kita memandang: siapa yang menyampaikannya. Tulisan atau nasehat dari orang yang tidak kita sukai langsung kita tolak atau delete; masuk telinga kanan mental lagi lewat telinga kanan. Kalau kita ikut misa di gereja, banyak yang pilih-pilih siapa ramanya. Padahal terang Allah disampaikan lewat orang-orang yang tidak selalu sesuai dengan mau kita. Kita seperti orang-orang Nasaret yang kecewa dan menolak Yesus, karena Dia hanya orang biasa, tetangga, “satu di antara mereka,” padahal Dia adalah Mesias. Kita harus siap mendengarkan Tuhan dan mengikuti-Nya, siapa pun yang Dia pilih untuk menyampaikan pewartaan-Nya. Bukankah harus demikian?

2.Pertama-tama, orang-orang Nasaret cukup menerima pewartaan Yesus, pengantaraan-Nya, dan kuasa-Nya. Namun karena Yesus hanyalah “satu di antara mereka,” mereka menolak Dia. Apa yang dibuat oleh orang-orang Nasaret terhadap Yesus bukanlah yang pertama dan terakhir. Sampai sekarang pun terjadi demikian. Yesus mengecam ketertutupan hati dan pikiran orang-orang Nasaret dengan menampilkan contoh kisah janda di Sarfat (1Raj 17:7-16) dan Naaman orang Siria (2Raj 5). Apakah hati kita tetap keras dan tertutup ketika Kristus mencoba menyampaikan Sabda-Nya kepada kita?

3.Yesus mengatakan kepada para pendengar-Nya: “Jika engkau tidak percaya akan Firman yang Aku sampaikan, paling tidak percayalah terhadap pekerjaan-pekerjaan yang Aku buat” (bdk Yoh 14:10-11). Mengapa kata-kata tersebut tidak disampaikan kepada orang-orang Nasaret? Apakah karena Nasaret merupakan tanah yang tandus? Karena orang-orang Nasaret tidak percaya kedua-duanya, maka hampir tidak ada mukjizat yang terjadi di sana. Hal demikian bisa terjadi dalam hidup kita. Kita dituntut keterbukaan hati dan penyerahan diri total kepada Tuhan, dan setiap saat mengatakan: “Jesus, I trust in You.”
🇮🇩MaSRI,berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar