*INSPIRASI HARIAN*
_*SELAMA BULAN ROSARIO*_
*01 Oktober*
_“Biarkanlah aku mengalungkan rosarioku pada leher seorang berdosa_,
_dan ia tidak pernah melepaskan diri lagi.”_
(St. Louis-Marie Grignion de Montfort)
*02 Oktober*
_“Salah satu ciri doa yang baik adalah_
_kalau doa itu membuat kita menjadi semakin sederhana di hadapan Tuhan_,
_tidak muluk-muluk dalam kata-kata_,
_tapi juga tidak bertele-tele dalam nalar_.
_Dan, itulah yang dapat ditemukan dalam doa rosario_.
_Bisa didoakan sambil berjalan di pegunungan_,
_bisa sambil duduk di sebuah angkutan_,
_cukup dengan menggunakan 10 jari tangan kita.”_
(Mgr. Ign. Suharyo)
*03 Oktober*
_“Doa rosario adalah juga sekolah doa_,
_sebuah doa yang sederhana tapi banyak memberikan pelajaran iman yang mendalam_. _Dengan berdoa rosario_,
_kita *mengkontemplasikan* wajah Yesus Kristus sendiri bersama Maria_.
_Rosario juga mengajak mata batin kita_
_untuk berdoa bersama dengan tahun liturgi Gereja_,
_karena Maria sendiri adalah Bunda Gereja.”_
(Yohanes Paulus II)
*04 Oktober*
_“Setiap orang_,
_mulai dari dirinya sendiri_,
_harus berdoa rosario dengan lebih khidmat_
dan
_benar-benar mempraktekkan yang kuanjurkan_ yaitu
_*devosi Sabtu Pertama setiap bulan*."_
(Pesan Bunda Maria di Fatima kepada Lucia, Mei 1917).
*05 Oktober*
_"Bila kalian berdoa rosario_,
_ucapkanlah pada akhir setiap peristiwa_:
*_“Ya Yesus_*,
*_ampunilah dosa kami_*,
*_lindungilah kami dari api neraka_*,
*_hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga_*,
*_terlebih jiwa yang paling memerlukan belas kasihan-Mu.”_*
(Pesan Bunda Maria di Fatima, 13 Juli 1917)
*06 Oktober*
_"Berdoalah rosario setiap hari_,
_agar kalian memperoleh perdamaian untuk dunia dan berakhirnya peperangan."_
(Pesan Bunda Perawan Maria kepada ketiga anak di Fatima, pada tanggal 13 Mei 1917).
*07 Oktober*
_*Peringatan St. Perawan Maria Ratu Rosario*_
_“Berdoalah rosario setiap hari_...
_Berdoalah sesering mungkin_ dan
_persembahkanlah silihmu bagi para pendosa_.
_*Akulah Ratu Rosario*_.
_*Pada akhirnya Hatiku yang Tak Bernoda akan menang*."_
(Pesan Bunda Maria di Fatima)
*08 Oktober*
_“Jika umat manusia tidak bertobat dan memperbaiki hidupnya_,
_Bapa akan mengirimkan hukuman yang dahsyat terhadap umat manusia_.
_Hukuman ini akan lebih dasyat dari air bah_.
_Api akan turun dari langit dan akan memusnahkan sebagian besar umat manusia_.
_Maka mintalah_,
_mintalah dengan tekun_,
_dan berdoalah rosario untuk pemurnian_,
_setiap *Sabtu Pertama*.“_
(Pesan Maria Fatima, yang dituliskan kembali di Akita – Jepang, 1973-1981)
*09 Oktober*
_“Rosario suci_,
_yang didaraskan dengan hikmat berulang kali_
_disertai tindakan pertobatan yang baik_,
_tidak akan pernah layu dan mati_.
_Mawar-Merah kita itu akan tetap elok mempesona selama beribu-ribu tahun terhitung dari sekarang_.
_Dan, jika anda setia mendaraskan rosario Suci sampai mati_,
_saya dapat memastikan kepada anda bahwa betapapun beratnya dosa-dosa anda_,
_anda akan menerima suatu mahkota kemuliaan yang tak akan pernah pudar dan hilang.”_
(St. Louis-Marie Grignion de Montfort).
*10 Oktober*
_“Rosario Suci merupakan akar dan gudang berkat yang tak terhitung jumlahnya_,
_karena melalui doa rosario suci_,
_orang-orang berdosa bertobat dan diampuni_,
_jiwa-jiwa yang dahaga disegarkan_,
_mereka yang terbelenggu akan dilepaskan ikatannya_,
_mereka yang menangis menemukan kebahagiaan_,
_mereka yang dicobai menemukan kedamaian_,
_mereka yang miskin mendapat bantuan_,
_hidup beragama diperbaharui_,
_mereka yang bodoh diajar_,
_manusia belajar mengatasi keangkuhannya_,
_serta orang mati dihapus penderitaannya.“_
(Beato Alan de la Roche).
*11 Oktober*
_“Kita dapat berdoa dan memohon bersama dengan Maria_.
_Doa Gereja seakan-akan didukung oleh doa Maria_;
_Gereja disatukan dengan Maria dalam harapan.”_
(KGK, Katekismus Gereja Katolik, 2679)
*12 Oktober*
_“Doa rosario adalah senjata yang amat efektif untuk mengusir setan_,
_untuk memelihara kesucian hati_,
_untuk mendapatkan keutamaan dengan lebih mudah_,
_atau dengan kata lain untuk menganjurkan pertobatan dan menegakkan perdamaian diantara umat manusia_.
_Doa rosario tidak hanya mengalahkan mereka yang menghina Allah dan musuh-musuh agama_,
_tetapi juga melatih diri kita untuk memperoleh keutamaan-keutamaan Injil yang kita butuhkan.“_
(Pius XI, Ensiklik “Ingravescentibus Malis”, 29 September 1973).
*13 Oktober*
_“Wanita beriman ini_,
_Maria dari Nazaret_,
_Bunda Allah_,
_telah diberikan kepada kita sebagai teladan peziarahan iman kita_.
_Dari Maria kita belajar untuk tunduk kepada kehendak Allah dalam segala hal_,
_kita belajar untuk percaya untuk mencintai Kristus_,
_Putranya dan Putra Allah_.
_Sebab Maria bukan hanya Bunda Allah_ ,
_ia juga adalah Bunda Gereja.”_
(Paus Yohanes Paulus II, 6 Oktober 1979)
*14 Oktober*
_“Rosario atau *“mahkota mawar”* adalah doa merenungkan kehidupan Yesus_,
_yang meliputi *kontemplasi* atas *peristiwa-peristiwa tertentu dalam Injil*_,
_yaitu *“misteri-misteri”*_,
_bersama Bunda Maria_.
_Jadi_,
_mendaras rosario tidak lain adalah *menatap wajah Kristus bersama Maria*”_
(Rosarium Virginis Mariae, Paus Yohanes Paulus II)
*15 Oktober*
_“Marilah kita berdoa lewat perantaraan Maria_,
_teladan kerendahan hati dan sukacita penyebaran Injil_,
_agar Gereja dapat menjadi rumah yang menyambut_,
_yang menjadi *ibu* bagi *semua orang*_,
_dan menjadi sumber kelahiran dunia kita yang baru.”_
(Paus Fransiskus, Pesan pada Hari Misi Sedunia, 14 Juni 2014)
*16 Oktober*
_“Rosario dimulai dengan pengalaman Maria sendiri_.
_Justru karena ini_,
_rosario merupakan doa kontemplatif yang sangat indah_.
_Tanpa dimensi kontemplatif ini_,
_doa rosario akan kehilangan maknanya_.
_*Tanpa kontemplasi*_,
_doa rosario menjadi *ibarat tubuh tanpa jiwa*_,
_dan ada bahaya bahwa pendarasannya akan menjadi pengulangan kata-kata secara mekanis"_
(Paus Paulus VI).
*17 Oktober*
_“Sesungguhnya_,
_doa rosario hanyalah suatu *metode kontemplasi*_.
_Sebagai metode_,
_doa rosario merupakan sarana untuk mencapai suatu tujuan_,
_dan bukan tujuan itu sendiri_.
_Bagaimanapun juga_,
_belajar dari pengalaman berabad-abad_,
_metode ini hendaknya tidak diremehkan_.
_Untuk itu_,
_kita dapat mengutip pengalaman orang-orang kudus yang tak terbilang jumlahnya”_
(Rosarium Virginis Mariae 28, Paus Yohanes Paulus II).
*18 Oktober*
_“Jika seorang beriman sedang berdoa Rosario dan merenungkan misteri kehidupan serta jalan keselamatan Yesus Kristus_,
_semua dosanya akan diampuni.”_
(Ucapan Bunda Maria ketika menampakkan diri pada Venerable Dominic, seorang Carthusian, yang tinggal di Treves, 1841).
*19 Oktober*
_“Rosario adalah doa yang penuh kuasa_
_untuk perdamaian_,
_untuk keluarga_,
serta
_untuk merenungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup Yesus.”_
(Paus Yohanes Paulus II)
*20 Oktober*
_“Rosario telah menyertai saya di saat-saat suka dan di saat-saat duka_,
_dalam rosario saya selalu menemukan penghiburan.”_
(Paus Yohanes Paulus II)
*21 Oktober*
_“Hanya selang dua minggu setelah pengangkatanku sebagai Bapa Suci pada tahun 1978_,
_sejujurnya aku mengakui_:
_*Rosario* adalah *doa favoritku*_.
_Rosario sungguh *`meningkatkan irama hidup manusia'*_,
_dan menjadikannya selaras dengan *`irama'* hidup Tuhan sendiri.”_
(Paus Yohanes Paulus II)
*22 Oktober*
_“Kau sangat indah_,
_O Maria_!
_Padamu lah kepenuhan sukacita yang lahir dari Allah_.
_Bantulah kami_
_agar tidak pernah lupa akan arti perjalananmu di dunia_ :
_Semoga cahaya iman menerangi hari-hari kami_,
_kekuatan harapan menuntun langkah kami_,
_kehangatan kasih menggerakkan hati kami_,
_dan biarlah pandangan kami tertuju kepada Tuhan_,
_sumber sukacita sejati.”_
(Paus Fransiskus, Doa Penyerahan Kepada Maria Dikandung Tanpa Dosa, 8 Desember 2013).
*23 Oktober*
_“Doa rosario_
_memberi rasa damai bagi mereka yang mendoakannya_,
_membimbing mereka untuk memandang wajah Kristus dalam diri sesama_,
_untuk peka terhadap kesedihan serta penderitaan sesama_,
_serta membangkitkan kerinduan untuk menjadikan dunia_
_*“lebih indah, lebih adil, lebih selaras* dengan rencana Tuhan.”_
(Paus Yohanes Paulus II).
*24 Oktober*
_“Sekarang ini_,
_saya hendak mempercayakan diri kepada kuasa doa rosario…._
_sebagai *sumber damai di dunia* dan *sumber damai dalam keluarga*_.
_Rosario akan selalu merupakan doa dari dan bagi keluarga_.
_Mendaraskan doa rosario bersama-sama dalam keluarga akan mempersatukan mereka dengan Keluarga Kudus_,
membawa harapan-harapan serta persoalan-persoalan mereka kepada Tuhan_,
_serta memusatkan perhatian mereka kepada gambaran kehidupan Kristus_,
_dan bukannya gambar televisi.”_
(Paus Yohanes Paulus II).
*25 Oktober*
_“Doa rosario mengulang-ulang doa yang sama_
_dengan tujuan merenungkan serta memusatkan pikiran_,
_dan bukannya mendatangkan kejenuhan.”_
(Paus Yohanes Paulus II).
*26 Oktober*
_“Sepotong nasihat ini_,
_adalah nasihat dari para Pastor Rusia_ :
_*Ketika hatimu dalam kekacauan*_,
_*pergilah ke kapel Maria Bunda Tuhan...*_
_*dan tinggallah di sana sampai kamu merasa lebih tenang*_,
_*lewat doa*_,
_*dengan penyerahan dan kepercayaan kepada Bunda Maria*.”_
(Paus Fransiskus, 12 Mei 2014)
*27 Oktober*
_“Peristiwa-peristiwa rosario_,
_meskipun bukan pengganti bacaan Kitab Suci_,
_haruslah menghantar pikiran kita kepada Kristus dan kepada peristiwa-peristiwa lain dalam hidupNya.”_
(Paus Yohanes Paulus II).
*28 Oktober*
_“Maria adalah seorang ibu_,
_dan seorang ibu menguatirkan kesehatan anak-anaknya_,
_tahu cara merawat anak-anaknya dengan kasih dan kelembutan_.
_Lewat rosario_,
_Bunda Maria menjaga kesehatan kita_,
_ia membantu kita bertumbuh_,
_berani menghadapi hidup_,
_berani menjadi bebas.”_
(Paus Fransiskus, Doa Rosario di Basilika Maria Maggiore, 4 Mei 2013).
*29 Oktober*
_“Saya teringat suatu waktu ketika di Lujan_,
_saya mendengarkan sebuah cerita_:
_*Ada seorang pria muda modern dengan anting-anting, tato, dan segala macamnya...*_
_*dan ia datang menceritakan permasalahannya*_,
_*suatu masalah yang besar dan sulit*_.
_*Katanya*_,
*“Saya menceritakan ini kepada ibuku dan ibuku berkata kepadaku*
– *pergilah kepada Maria dan ia akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan -*.”
_Inilah seorang wanita yang memiliki *“karunia nasihat"*_.
_*Ia sendiri tidak tahu bagaimana cara menolong anaknya*_,
_*tetapi ia memberi petunjuk jalan yang benar*_ :
*pergilah kepada Bunda Maria dan ia akan memberi tahumu*.
_*Wanita sederhana itu telah memberi anaknya nasihat yang paling tepat.*”_
(Paus Fransiskus, 7 Mei 2014)
*30 Oktober*
_“ *Doa rosario*_,
_adalah mengulang-ulang doa Salam Maria_
_sambil merenungkan peristiwa-peristiwa kunci pada kehidupan Yesus_,
_agar Ia *(bersama Maria dan Yosep)* menjadi pusat pikiran kita_,
_pusat perhatian dan pusat tindakan kita_.
_Akan sangat baik jika di bulan Maria ini_,
_kita berdoa rosario bersama-sama di dalam keluarga_,
_bersama teman-teman_,
_di lingkungan kita_,
_di Gereja_, dan
_di Keuskupan kita.”_
(Paus Fransiskus, 1 Mei 2013)
*31 Oktober*
_“Bunda Maria menemani kita_,
_berjuang bersama kita_,
_menopang dalam setiap pergumulan kita melawan kuasa jahat_.
_Doa bersama Maria_,
_terutama Doa Rosario_,
_memiliki dimensi penderitaan, perjuangan_.
_Doa Rosario menguatkan kita di dalam perjuangan.”_
(Paus Fransiskus, Homili pada HR Maria Diangkat ke Surga, 15 Agustus 2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar