Kamis, 03 Oktober 2019

Jumat, 4 Oktober 2019
Pw. St. Fransiskus Assisi
Bar. 1:15-22; Mzm. 79:1-2,3-5,8-9; Luk. 10:13-16

Tidak mudah bagi saya merenungkan dan menemukan pesan dari bacaan-bacaan hari ini. Bacaan I mempunyai setting di Babel, yakni pada saat bangsa Israel mengalami pembuangan. Baruk memaknai pengalaman pembuangan sebagai konsekuensi dari ketidaktaatan mereka pada Tuhan. Dalam Injil, Yesus menyampaikan hal yang kurang lebih sama. Ketidaktaatan orang-orang di Korazim, Betzaida, dan Kapernaum akan mendatangkan celaka bagi mereka. Nah, dari sini kita dapat merenungkan hubungan antara ketaatan dan keselamatan, ketidaktaatan dan celaka. Kita ambil contoh dalam hidup sehari-hari. Ketaatan kita pada rambu-rambu lalu lintas akan membawa keselamatan bagi kita dan orang lain, sebaliknya ketidaktaatan kita akan mendatangkan celaka bagi diri sendiri dan orang lain. Demikian juga ketaatan kita pada pola makan, pola kerja, dan pola istirahat juga akan mendatangkan keselamatan pada kita; sebaliknya kesembronoan kita dalam makan - misalnya makan terlalu banyak lemak dan gula - dan dalam bekerja - misalnya dengan terlalu memforsir diri dan kurang istirahat - , akan mendatangkan resiko bagi kesehatan kita. Sekarang, kita terapkan dalam ketaatan pada Tuhan dan kehendak-Nya. Kalau ketaatan pada aturan-aturan duniawi saja mendatangkan keselamatan, terlebih lagi ketaatan pada Tuhan. Maka, kalau sampai kita celaka, entah di dunia atau di akhirat nanti, tentu bukan karena Tuhan tetapi dari kita sendiri, yakni karena kita sembrono dan tidak mau taat. Oleh karena itu, baiklah kita memohon rahmat ketaatan, baik ketaatan pada kehendak Tuhan, pada aturan hidup bersama, maupun pada komitmen-komitmen pribadi yang telah kita buat, misalnya untuk mengatur pola hidup sehat.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar