Rabu, 02 Oktober 2019

Kamis, 3 Oktober 2019
Pekan Biasa XXVI
Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Mzm. 19:8,9,10,11; Luk. 10:1-12.

Kemana pertama-tama para murid diutus oleh Yesus? Ke rumah yang layak menerima mereka. Mungkin lebih tepatnya ke sebuah keluarga. Ke dalam rumah atau keluarga tersebut, mereka pertama-tama harus mewartakan damai sejahtera, kemudian menyembuhkan orang-orang sakit dan mewartakan Kerajaan Allah. Ketika mereka diterima oleh sebuah keluarga di sebuah rumah, mereka pun diberi pesan untuk menetap di situ, tidak berpindah-pindah.
Begitulah, pewartaan Injil dan Kerajaan Allah, suasana damai sejahtera dan saling menyembuhkan, pertama-tama terjadi di dalam rumah dan antar sesama anggota keluarga. Maka, kalau Yesus mengutus 72 murid (selain 12 rasul), secara luas juga dapat kita maknai bahwa Tuhan pun mengutus kita masing-masing untuk saling mewartakan Injil dan Kerajaan Allah, saling menciptakan dan mewartakan damai sejahtera, saling menyembuhkan. Itu semua dimulai di dalam keluarga. Rumah dan keluarga adalah tempat yang pertama, utama dan tak tergantikan bagi setiap orang untuk mengalami dan belajar mewujudkan sukacita Injil, Kerajaan Allah, damai sejahtera, dan saling menyembuhkan. Doa bersama dalam keluarga, membaca dan merenungkan Kitab Suci bersama-sama, sharing pengalaman hidup sehari-hari, saling mengampuni dan meneguhkan, adalah bentuk-bentuk kontret panggilan dan perutusan kita. Pertama-tama, kita lakukan di rumah, dalam keluarga kita. Kalau di rumah kita dan dalam keluarga kita tercipta suasana demikian, pastilah ketika masing-masing keluar dari rumah untuk ke tempat kerja, ke tempat tetangga, dan ke manapun, yang dibawa adalah warta sukacita Injil dan Kerajaan Allah serta damai sejahtera.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar