Sabtu, 26 Oktober 2019

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 27 Oktober 2019

Bacaan: Amsal 12:16  "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh."

Renungan:
  Suatu kali seorang pemain musik muda mengadakan konser perdana. Setelah konser selesai, ia dicela habis-habisan oleh para kritikus sehingga sedih dan depresi. Melihat hal itu, Jean Silebius, komposer Finisia yang terkenal, menghibur dia. Sambil menepuk-nepuk pundaknya, ia berkata, "Ingat Nak, tidak satu pun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus."
  Orang yang baru pertama kali tampil biasanya melakukan banyak kesalahan, sehingga banyak dikritik dan ditolak. Tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry memecat Elvis Presley setelah pertunjukan dan berkata, "Kamu tidak akan berhasil Nak. Sebaliknya kembali jadi supir truk saja." Ternyata Elvis Presley menjadi legenda dunia. Tahun 1962, perusahaan rekaman Deka menolak 4 pemuda yang bermain gugup untuk rekaman pertamanya. Mereka berkata, "Kami tidak suka mereka. Kelompok gitaris tidak populer." Ke 4 pemuda itu adalah The Beatles, yang akhirnya juga menjadi legenda dunia. Mereka adalah contoh dari orang-orang yang tidak mudah patah semangat. Mereka terus maju dan tidak berhenti. Mereka terus berusaha mencari peluang, walaupun orang-orang mengkritik, mencemooh dan menghina mereka. Akhirnya sejarah membuktikan mereka semua menjadi orang-orang yang sukses.
  Jika saat ini kita banyak dikritik dan ditolak pada penampilan perdana, jangan putus asa. Jangan menyerah dan jangan berkecil hati. Maju terus dan temukan peluang yang lain. Karena suatu saat nanti bila waktunya telah tiba, sejarah akan membuktikan kesuksesan dan keberhasilan kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, lepaskanlah rasa putus asa yang saat ini mengikatku karena pekerjaanku tidak dihargai oleh orang lain. Yakinkan aku bahwa mereka Kau pakai untuk membuka pintu berkat dan kesuksesanku di hari berikutnya. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar