Jumat, 04 Oktober 2019

Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 5 Oktober 2019

Bacaan: Mazmur 118:24 "Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!"

Renungan:
  Pada hari Minggu, 18 Maret 1979 di Aspen Colorado, sebuah pesawat jatuh sesaat setelah lepas landas. Ny. Stephanie Ambrose May pun kehilangan suami, anak-anak dan menantunya. Ia menulis di catatan harian mengenai perasaannya, "Bebanku berat, tetapi aku tidak berjalan sendirian. Aku bukan orang yang kuat dan berani. Aku adalah seorang Kristen dengan beban yang harus dipikul dan pesan untuk dibagikan. Aku telah diuji dengan keras, tetapi imanku tetap hidup. Mawar ini bisa layu, namun kelak akan mekar kembali."
  Bila kita sedang ditraktir teman, mendapat doorprize, mendapat kenaikan gaji, mengalami kesembuhan dan mengalamu kebahagiaan lainnya, mudah untuk mengatakan kalau hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan. Tapi bagaimana dengan hari-hari yang gelap? Hari-hari di mana harapan tertutup oleh mendung kelabu. Hari di mana kita kehilangan keluarga seperti yang dialami Ny. Stephanie. Hari di mana kita dipecat karena kesalahan yang tidak pernah kita lakukan. Hari di mana seolah kita harus membayar berbagai rekening, namun kita tidak memunyai uang. Hari di mana kita ditipu oleh partner bisnis. Apakah baik hari-hari seperti itu? Memang tidak, tetapi firmanNya mengingatkan kita, "Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur ...." (Pengkhotbah 7:14).
  "Inilah hari", berarti setiap hari. Hari operasi, hari membayar kuliah anak, hari kehilangan proyek besar, hari di mana kita ditolak dan hari-hari lain yang mengecewakan. Semua hari adalah harinya Tuhan, termasuk hari yang mengecewakan. Jika hari ini kita mengalami kekecewaan, kesedihan, ketakutan, ingatlah Tuhan masih memegang kendali atas hidup kita. Tuhan masih memegang tongkat kepemimpinannya. Tuhan masih duduk di cockpit pesawat kehidupan kita. Ia masin menjadi penguasa alam semesta ini. Jangan takut. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, sekalipun aku harus berjalan di lembah kekelaman, aku percaya Engkau selalu ada menyertai aku. Tambahkan imanku, agar aku tetap setia padaMu walau hari-hari hidupku berjalan tidak seperti yang kuharapkan. Yakinkan aku bahwa Engkau akan membuat segala.sesuatu indah pada waktunya. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar