Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 8 Oktober 2019
Bacaan: Matius 7:3 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"
Renungan:
Satu keluarga dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di warung kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya pemilik warung. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya bapak tersebut. Pemilik warung itu pun balik bertanya, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang cuek, egois dan suka bergosip. Kami senang bisa pindah dari sana," kata istri bapak itu. Si pemilik warungpun berkata, "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya rombongan keluarga lain singgah di warung itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Merekapun menanyakan kepada pemilik warung tentang sifat orang-orang yang akan mereka temui. "Jenis tetangga seperti apa yang kalian miliki di tempat yang lama?" tanya pemilik warung. "Mereka baik, suka menolong dan peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati pindah dari sana," jawab sang kepala keluarga. Pemilik warung menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang sama seperti di tempat kalian yang lama."
Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Mereka suka menusuk dari belakang, cuek, egois dan tidak peduli sama orang baru," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tersebut, tetapi diri mereka sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, kita akan bertemu dengan orang-orang yang 'sulit'.
Selama kita melihat selumbar di mata orang lain, selalu mencari kejelekan dan kekurangan mereka, itulah yang selalu akan kita temui. Dengan pertolongan Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi di sekitar kita pun akan berubah. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampuni aku karena aku selalu berpikir negatif tentang orang lain, sehingga hidupku tidak merasa nyaman. Ubahlah pikiranku agar aku dapat berpikir positif tentang orang lain, sehingga orang-orang di sekitarku dapat berubah dan hatiku menjadi tenang. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar