Sabtu, 12 Oktober 2019

Minggu, 13 Oktober 2019, HMB XXVIII

*MATINYA RASA SYUKUR*

*BACAAN*
*2Raj 5:14-17* – “Naaman kembali kepada Elisa, abdi Allah, dan memuji TUhan”
*2Tim 2:8-13* – “Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Yesus”
*Luk 17:11-19* – “Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?”

*RENUNGAN*
1.Orang-orang kusta, pada zamannya Yesus, harus memisahkan diri dari masyarakat, dan harus tinggal jauh dari perkampungan, dan harus berteriak “najis” ketika seseorang mendekati dia. Sakit kusta juga dikaitkan dengan dosa. Menurut mentalitas pada waktu itu, Allah menghukum pendosa dengan sakit phisik. Dengan berteriak “najis” berarti ia mengakui diri sebagai orang berdosa yang dihukum Allah. Kita memahami betapa mereka putus asa dan urgensi teriakan mereka: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Untuk kesembuhan jiwa, kita harus berani berteriak seperti mereka lewat pengakuan dosa.

2.Yesus merasa harus menyembuhkan kesepuluh orang kusta tersebut, karena belas kasihan. Itulah mengapa Yesus cepat-cepat memerintahkan mereka untuk menghadap imam. Hanya imam yang memiliki otoritas untuk menentukan seseorang telah terbebas dari kusta atau belum. Di tengah-tengah sukacita karena sembuh, sembilan orang lupa untuk bersyukur kepada Yesus. Kita juga melakukan hal yang sama, kita tidak bersyukur  karena sukacita yang kita alami. Krisis rasa syukur.

3.Hanya satu orang yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur, dan ia adalah orang Samaria. Bersyukur karena imannya kepada Yesus telah menyelamatkan dirinya. Dengan bersyukur, Tuhan akan menempatkan kita menjadi orang yang pantas menerima pemberian yang lebih banyak lagi. Dengan selalu bersyukur, kita menjadi kawan sekerja Allah dalam karya-karya keselamatan. Dan dengan bersyukur, kita menerima banyak berkat bagi jiwa kita sendiri, keluarga, orang lain, bahkan bagi jiwa-jiwa yang berdosa dan malang.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar